
Kampus ITS, ITS News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan rangkaian seminar bertajuk Energy Policy Series sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai isu energi berkelanjutan, transisi energi nasional, serta tantangan pengembangan energi di Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan berbagai praktisi industri, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor energi yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya.
Rangkaian kegiatan terdiri atas dua seminar utama, yaitu Energy Policy Series #1 dengan tema “Dari Sampah Menjadi Energi”; dan Energy Policy Series #2 dengan tema “Elektrifikasi Daerah Terpencil”. Kedua seminar diselenggarakan di Galeri Riset DRPM ITS Lantai 2, Gedung Research Center (RC) ITS dan terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang memiliki minat terhadap isu energi dan pembangunan berkelanjutan.

Energy Policy Series #1 yang dilaksanakan pada Jumat, (5/12) tahun lalu bertujuan memberikan wawasan mengenai potensi pengelolaan sampah sebagai sumber energi alternatif yang dapat mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat dan daerah. Kegiatan tersebut menghadirkan Ardi Nugroho ST MT IPM selaku Vice President Technology Development PT PLN Nusantara Power, Anita Puspita Sari ST MT selaku Vice President Strategi Pengembangan Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Ir M Agus Budiarto selaku Direktur PT Boma Bisma Indra (Persero), serta Dr Ary Bachtiar Krishna Putra selaku Senior Energy Researcher ITS. Seminar dipandu oleh dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS, Dr Gogor Arif Handiwibowo sebagai moderator.
Dalam seminar tersebut, para narasumber membahas berbagai strategi pemanfaatan sampah menjadi energi, pengembangan biomassa sebagai energi baru terbarukan, serta tantangan implementasi kebijakan energi di Indonesia. Selain memberikan pemahaman mengenai teknologi waste-to-energy, para peserta juga diajak melihat peluang kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Selanjutnya, Energy Policy Series #2 yang diselenggarakan pada Jumat (13/2), secara spesifik membahas pengelolaan pembangkit listrik kepulauan dan potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Battery Energy Storage System (BESS) model kepulauan. Seminar ini mengangkat isu pemerataan akses energi listrik di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang masih /menjadi tantangan dalam pembangunan nasional.
Kegiatan tersebut menghadirkan TB Ari Wibawa Mukti selaku Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PT PLN Nusantara Power sebagai keynote speaker. Selain itu, hadir pula Ardi Nugroho ST MT IPM selaku Vice President Technology Development PT PLN Nusantara Power, Ir Ahmad Mustaqir selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Ir Dwi Kusnanto MM selaku Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Jawa Timur, serta Dedet Candra R MEng PhD selaku dosen Departemen Teknik Elektro ITS. Seminar kembali dipandu oleh Gogor sebagai moderator.
Melalui seminar ini, para narasumber menjelaskan berbagai strategi pengembangan energi terbarukan untuk daerah kepulauan, khususnya melalui implementasi PLTS yang terintegrasi dengan BESS. Peserta memperoleh pemahaman mengenai tantangan teknis, ekonomi, dan kebijakan dalam mewujudkan elektrifikasi yang merata serta berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terpencil Indonesia.
Gogor selaku penggagas dan penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa Energy Policy Series diselenggarakan sebagai wadah pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi industri, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sektor energi di masa depan. Menurutnya, kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target transisi energi yang berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi diskusi dan tanya jawab pada kedua seminar. Berbagai pertanyaan mengenai teknologi konversi sampah menjadi energi, pengembangan biomassa, implementasi PLTS-BESS, hingga peluang karier dan penelitian di sektor energi menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap isu energi dan keberlanjutan.
Melalui penyelenggaraan Energy Policy Series #1 dan #2, mahasiswa KKN ITS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya energi berkelanjutan, memperluas wawasan peserta terhadap perkembangan sektor energi nasional, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (*)