
Kampus ITS, ITS News – Melalui Pameran Final Exhibition (Finalex), mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan berbagai karya yang mengangkat isu kesehatan mental hingga budaya. Tidak sekadar menampilkan estetika visual, karya-karya tersebut menunjukkan peran desain dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri kreatif.
Sebagai agenda tahunan Departemen DKV ITS, pameran tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan hasil tugas akhir dan proyek kewirausahaan kepada publik. Kegiatan yang digelar di Gedung Departemen DKV ITS selama tiga hari sejak Selasa (23/6) lalu ini menampilkan ratusan karya dari mahasiswa tingkat akhir hingga semester empat dalam berbagai bentuk mulai dari poster hingga produk desain yang dikembangkan berdasarkan isu dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu karya yang menarik perhatian berasal dari tugas akhir Rifani Kharimah Pratiwi berupa jurnal kreatif penunjang kesehatan mental bagi remaja. Melalui aktivitas seni, jurnal ini dirancang sebagai media refleksi diri untuk membantu pengguna mengenali emosi, meredakan stres dan kecemasan, serta beristirahat sejenak dari tekanan sehari-hari.
Mahasiswi yang akrab disapa Karin tersebut mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari banyaknya remaja yang menghadapi tekanan saat mencari jati diri dan mengejar target masa depan. Alih-alih mencari bantuan profesional, sebagian remaja lebih memilih menenangkan diri melalui me time. “Momentum me time tersebut saya manfaatkan dengan mengajak mereka meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas di jurnal kreatif yang dibalut media seni,” jelasnya.
Melalui jurnal ini, remaja diberikan ruang untuk menyalurkan emosi, beristirahat sejenak, hingga memulihkan energi sebelum kembali beraktivitas. Untuk memastikan materi yang disusun tetap tepat dan relevan, konten edukasi psikologi di dalam jurnal ditinjau bersama komunitas Studio Djiwa serta divalidasi oleh psikolog profesional. ”Risetnya sendiri memakan waktu selama delapan bulan hingga jurnal kreatif ini terwujud,” tambah mahasiswa angkatan 2022 tersebut.

Dua mahasiswa Departemen DKV ITS, I Nyoman Panji Wiradinata (kanan) dan Teuku Ariq Musyaffa (kiri) ketika menunjukkan maskot kucing Taka dan Tara yang berpakaian adat Nusantara dalam Pameran FinalexSementara itu, pada kategori kewirausahaan, karya bertema budaya bernama Gantari turut menarik perhatian pengunjung. Produk berbentuk blind box atau kotak misteri ini digagas oleh I Nyoman Panji Wiradinata bersama Teuku Ariq Musyaffa. “Nama Gantari sendiri diambil dari kata ganta dan mentari yang bermakna berani bersinar,” tutur lelaki yang akrab disapa Panji tersebut.
Dirinya pun mengungkapkan bahwa karya tersebut muncul dari keresahannya melihat dominasi karakter impor pada produk blind box yang beredar di pusat perbelanjaan. Padahal, menurutnya, budaya Indonesia memiliki kekayaan visual yang besar untuk dijadikan inspirasi. Berangkat dari hal tersebut, ia menghadirkan karakter dua kucing bernama Taka dan Tara sebagai media untuk mengenalkan budaya Nusantara kepada generasi muda.
Pada seri perdananya, Taka dan Tara tampil mengenakan enam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Bali, dan Kalimantan Barat. Panji menjelaskan bahwa pemilihan ragam busana tersebut dilakukan agar pengenalan budaya lokal dapat terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi generasi muda.
Kehadiran dua karya inovasi ini membuktikan bahwa mahasiswa DKV ITS tidak hanya pandai membuat desain yang indah, tetapi juga peduli dengan masalah sosial dan jeli melihat peluang bisnis. Langkah ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 dan ke-8 berupa Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (*)
Reporter: Nur Anisa Alya Eriska
Redaktur: Muhammad Aulia Zikra