
Kampus ITS, ITS News — Tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Lewat ajang 11th Festival Paduan Suara Universitas Surabaya (FESPA Ubaya) 2026, PSM ITS berhasil menjadi Grand Prix Finalist dan meraih medali emas dalam kategori Musica Religiosa.
Ketua PSM ITS Laura Amelinda menuturkan bahwa timnya berhasil membawa pulang pencapaian ini setelah melewati serangkaian penampilan yang kompetitif. Menurutnya, kedua hasil tersebut sukses menjadi kebanggan bagi seluruh anggota tim. “Kami sangat bersyukur dengan hasil yang diperoleh pada kompetisi ini,” ungkap Mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS ini berbahagia.
Sebagai Grand Prix Finalist, tim PSM ITS membawakan lagu Great God Almighty aransemen Stacey Gibbs. Sementara itu, dalam kategori Musica Religiosa, tim membawakan dua lagu, yakni Sehet, Welch eine Liebe karya Homilius dan Jubilate Deo karya Motshwane Pege. “Secara garis besar, lagu-lagu tersebut mengungkapkan kekaguman kepada Tuhan,” jelas Laura.
Di balik prestasi dan kualitas penampilan yang dibawakan ini, persiapan pun menjadi hal yang tidak kalah penting. Laura mengungkapkan bahwa timnya melaksanakan latihan bersama sebanyak empat kali dalam satu pekan, ditambah dengan latihan mandiri pada masing-masing kelompok suara. “Persiapan untuk kompetisi ini kami lakukan selama kurang lebih satu bulan,” imbuhnya.

Perempuan berkacamata ini mengungkapkan, dalam proses latihan sejumlah kendala tentunya ditemui tim. Proses adaptasi anggota baru serta padatnya aktivitas perkuliahan menjadi tantangan tersendiri selama masa persiapan. Meski demikian, hal tersebut justru menjadi kesempatan bagi para anggota baru untuk merasakan pengalaman berkompetisi bersama PSM ITS.
Di sisi lain, PSM ITS mengangkat nilai konsistensi, komitmen, dan kekeluargaan sebagai salah satu kekuatan utama yang dimiliki. Kekompakan dan sinergi antaranggota turut menciptakan harmoni yang membuat tim mampu menyampaikan makna dari setiap lagu secara menyentuh dan utuh. “Kuncinya adalah kerja keras dan saling merangkul satu sama lain,” tutur Laura.
Keberhasilan PSM ITS dalam FESPA Ubaya 2026 ini menunjukkan dukungan ITS dalam pengembangan potensi dan talenta mahasiswa di luar kegiatan akademik. Kegiatan kompetisi juga penting guna meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, dan kerja sama antarmahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat tentang Pendidikan Berkualitas.
Pencapaian ini memperkuat kiprah PSM ITS dalam bidang seni paduan suara. Laura berharap raihan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berkembang dan menghadirkan prestasi yang lebih besar di masa mendatang. “Semoga PSM ITS semakin berkontribusi dan membanggakan bagi ITS bahkan Indonesia,” ucapnya bersemangat. (*)
Reporter: Nadhifa Raghda Syaikha
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham