AIChE ITS SC Pasang Sistem Filtrasi Air Berbasis IoT

Published on
By
Tim AICHe ITS SC saat memasang Unit filtrasi air sumur berbasis IoT yang di pemukiman warga Keputih Tegal Bakti
Tim AICHe ITS SC saat memasang Unit filtrasi air sumur berbasis IoT yang di pemukiman warga Keputih Tegal Bakti

Kampus ITS, ITS News — Menanggapi tantangan krisis air bersih akibat risiko infiltrasi limbah Tempat Pembuangan Sampah (TPS), mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan inovasi teknologi tepat guna. American Institute of Chemical Engineers ITS Student Chapter (AIChE ITS SC) menghadirkan inovasi berupa sistem filtrasi air sumur pintar yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).

Perwakilan AIChE ITS SC Inan Jazilaturrohmah menjelaskan bahwa letak geografis permukiman yang berdekatan dengan area TPS memicu kekhawatiran tinggi. Rembesan akibat aktivitas penumpukan limbah dari TPS tersebut dinilai rawan memicu akumulasi zat organik terlarut dan logam berat ke dalam air tanah. “Oleh sebab itu, sistem filtrasi air sumur ini dipasang pada sumur warga di Jalan Keputih Tegal Bakti I Blok C, Surabaya,” sebut Inan.

Lebih lanjut, Inan menjelaskan bahwa timnya merancang arsitektur pemurnian otomatis secara empat tahap. Tahapan tersebut mengombinasikan filter multimedia, biofilter, serta adsorpsi lanjutan berupa granulated activated carbon (GAC) dan chlorine, taste, and odor (CTO). Menurutnya, kombinasi ini terbukti efektif dalam menyaring kontaminan karena mampu menekan tingginya angka padatan tersuspensi pada sumur domestik warga.

Diskusi tim AIChE ITS SC bersama tokoh masyarakat setempat untuk pemasangan alat filtrasi air sumur di Keputih Tegal Bakti
Diskusi tim AIChE ITS SC bersama tokoh masyarakat setempat untuk pemasangan alat filtrasi air sumur di Keputih Tegal Bakti

Tidak hanya menjadi filter air konvensional, tetapi alat ini juga dilengkapi sistem pemantauan kualitas air secara real-time berbasis mikrokontroler ESP32. Mikrokontroler tersebut mengintegrasikan lima jenis sensor pintar yang meliputi sensor pH, TDS, turbiditas, temperatur, dan ultrasonik. Seluruh data hasil pembacaan dari kelima sensor tersebut kemudian diolah secara terpadu oleh sistem yang terintegrasi.

Inan menambahkan, alat tersebut turut dilengkapi dengan panel layar LCD numerik yang menyajikan data sistem filtrasi air secara aktual. Rancangan sistem ini dapat menampilkan hasil pembacaan yang mudah dipahami sehingga dapat memudahkan warga memantau kondisi air secara mandiri. “Dengan itu, sistem dapat dipastikan memenuhi standar baku mutu air higiene sanitasi sesuai Permenkes No. 32 Tahun 2017,” jelas mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS tersebut.

Unit filtrasi air sumurberbasis IoT yang terpasang di pemukiman warga Keputih Tegal Bakti
Unit filtrasi air sumur berbasis IoT yang terpasang di pemukiman warga Keputih Tegal Bakti

Pengembangan inovasi ini diyakini mampu menjadi katalis yang kuat demi mewujudkan ketahanan lingkungan berskala komunitas yang berkelanjutan di masa mendatang. Salah satu langkah konkret AIChE ITS SC ini merupakan bukti nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin ke-6 mengenai Air Bersih dan Sanitasi Layak. (*)

 

Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-shidieq

×