Diskusikan Isu Global, ITS Jadi Tuan Rumah Forum Internasional COMSATS

Published on
By
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat menyampaikan sambutannya di hadapan para tamu delegasi COMSATS di ITS
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat menyampaikan sambutannya di hadapan para tamu delegasi COMSATS di ITS

Kampus ITS, ITS News — Tunjukkan eksistensinya dalam kancah global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi menjadi tuan rumah untuk perhelatan The 26th Meeting of Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS) Coordinating Council. Pertemuan mitra internasional yang akan dilanjutkan dengan COMSATS-ITS Conference ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (8/6).

Melalui organisasi COMSATS, kegiatan ini menjadi upaya mendorong perancangan solusi berbasis sains dan teknologi. Hal tersebut mendukung pembangunan sosio-ekonomi berkelanjutan, terutama dalam rangka penguatan kerja sama negara-negara berkembang dan Global South.

Pertemuan bergengsi ini mempertemukan delegasi dari 27 negara anggota dengan tema pembahasan Emerging Technologies for Sustainable Development. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung, kepercayaan sebagai tuan rumah bagi ITS sendiri menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memposisikan diri dalam diplomasi sains internasional.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menekankan bahwa peran Centre of Excellence resmi dalam jaringan COMSATS dapat membuka peluang ITS untuk berperan dalam kolaborasi riset dan pengembangan teknologi lintas negara. “Dengan integrasi teknologi yang mutakhir, kami (ITS) tertarik untuk memperkuat potensi kolaborasi penelitian, saling berbagi ide sebagai solusi nyata bagi komunitas kita (Global South),” tutur Bambang.

Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut optimis dengan ekosistem riset yang telah dibangun, sehingga ITS diyakini mampu berperan aktif dalam berkolaborasi teknologi lintas negara yang aplikatif, berdampak, dan berkelanjutan. Direktur Eksekutif COMSATS Dr Mohammad Nafees Zakaria pun sepakat dengan hal tersebut. Menurutnya, investasi pada riset dan pengembangan merupakan kunci kemajuan bagi negara-negara berkembang.

Direktur Eksekutif COMSATS Dr Mohammad Nafees Zakaria sampaikan sambutannya dalam pembukaan acara The 26th Meeting of COMSATS Coordinating Council di ITS
Direktur Eksekutif COMSATS Dr Mohammad Nafees Zakaria sampaikan sambutannya dalam pembukaan acara The 26th Meeting of COMSATS Coordinating Council di ITS

Nafees menyoroti bagaimana akal imitasi (AI), bioteknologi, nanoteknologi, hingga komputasi kuantum telah berkembang secara masif. Ia ingin negara anggota mengembangkan teknologi bersama, berbagi, dan menyumbang solusi untuk tantangan lokal. “Dengan demikian, negara-negara COMSATS dapat dengan cepat dan kolektif maju tanpa meninggalkan siapapun di belakang,” tegas lelaki yang juga menjabat Duta Besar Pakistan tersebut.

Dukungan lain turut diberikan oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat China (RRC) di Surabaya, Ye Su. Ia menyatakan pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi pertukaran talenta serta kolaborasi riset yang saling menguntungkan. “Sebagai perwakilan pemerintah, kami siap mendorong sinergi dari tingkat daerah hingga universitas untuk memperkuat ekosistem iptek antarnegara anggota COMSATS,” ungkapnya.

Pertama digelar di Indonesia, sidang Coordinating Council kali ini akan mengevaluasi laporan aktivitas organisasi selama 2024–2026. Selain itu, turut dipaparkan capaian riset dari 25 Pusat Keunggulan, serta menetapkan kepemimpinan baru dan agenda strategis organisasi. Forum ini juga mematangkan inisiatif krusial seperti pengembangan Nano Tech Lab berstandar ISO, program kendaraan listrik, serta penguatan mekanisme pendanaan melalui Endowment Fund.

Konjen RRC di Surabaya Ye Su sampaikan siap mendukung transfer pengetahuan melalui kolaborasi riset yang saling menguntungkan dengan negara-negara anggota COMSATS
Konjen RRC di Surabaya Ye Su sampaikan siap mendukung transfer pengetahuan melalui kolaborasi riset yang saling menguntungkan dengan negara-negara anggota COMSATS

Selanjutnya akan dilangsungkan konferensi internasional COMSATS–ITS Conference sebagai rangkaian terakhir pada Rabu (10/6) mendatang. Dalam rangkaiannya, acara ini juga akan dihadiri oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Fauzan Adziman ST MEng PhD, Selasa (9/6) besok.

Sidang ini mencerminkan keragaman jejaring COMSATS. Mulai dari International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS) Universitas Karachi, Al-Farabi Kazakh National University (KazNU), Tianjin Institute of Industrial Biotechnology (TIB), serta Alliance of National and International Science Organizations for the Belt and Road Regions (ANSO) sebagai observer.

Atraksi pencak silat sebagai simbol penyambutan para tamu delegasi COMSATS yang hadir di Gedung Rektorat ITS
Atraksi pencak silat sebagai simbol penyambutan para tamu delegasi COMSATS yang hadir di Gedung Rektorat ITS

Selain itu, perwakilan negara-negara bagian selatan lainnya juga hadir di antaranya adalah Higher Institute for Applied Sciences and Technology (HIAST) Damascus dan Industrial Technology Institute (ITI) Kolombo. Negara perwakilan Amerika dan Afrika Selatan adalah Jamaika yang diwakili International Centre for Environmental and Nuclear Sciences (ICENS), University of the West Indies. Nigeria diwakili oleh National Mathematical Centre (NMC) Abuja.

Melalui sinergi ini, ITS berharap dapat mendorong hilirisasi inovasi sekaligus memperkuat ekosistem kolaborasi riset global yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan tema besar konferensi dalam memanfaatkan teknologi mutakhir sebagai solusi berkelanjutan atas tantangan transformasi digital dan ketahanan energi dunia.

Jajaran pimpinan tinggi ITS bersama para delegasi negara anggota COMSATS di Gedung Rektorat ITS
Jajaran pimpinan tinggi ITS bersama para delegasi negara anggota COMSATS di Gedung Rektorat ITS

Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari poin ke-4 tentang Pendidikan yang Berkualitas serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Selain itu, setiap hasil inovasi diharapkan dapat menjawab tantangan SDGs poin ke-10 dalam mewujudkan Berkurangnya Kesenjangan, sekaligus poin ke-16 perihal Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Turut terwujudnya upaya SDGs melalui poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (HUMAS ITS)

 

Reporter: Syifa Rahmadina

×