
Kampus ITS, ITS News — Turut mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, Society of Renewable Energy (SRE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar RENeX Summit 2026. Kegiatan yang bertempat di Gedung Research Center ITS, Sabtu (23/5) ini mengusung tema Synergizing the Pentahelix: Accelerating Energy Transition through Collaborative Action.
RENeX Summit 2026 menjadi forum kolaboratif yang mempertemukan unsur akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media untuk membahas strategi percepatan transisi energi di Indonesia. Melalui diskusi lintas sektor ini, para peserta diajak memperkuat sinergi dan aksi bersama dalam mendukung pengembangan energi berkelanjutan di tanah air.
Dalam pembukaannya, Direktur Kemahasiswaan ITS Nur Syahroni ST MT PhD menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Langkah tersebut dapat diwujudkan melalui riset, inovasi, organisasi, dan pengembangan startup berbasis energi berkelanjutan. “Transisi energi ialah tantangan bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata,” tegasnya.

Hadir dalam acara, Prof Ir Joni Hermana MSc Es PhD membuka sesi Future Talks dengan menyoroti capaian bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. Rektor ITS tahun 2015-2019 ini menjelaskan bahwa target EBT nasional terus mengalami penyesuaian, tetapi realisasinya masih belum optimal. “Misalnya, Indonesia kaya batu bara, tetapi kebutuhan minyak dan gas masih dipenuhi lewat impor,” ujar Joni.
Menanggapi hal tersebut, Analis Konservasi Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur Setyaningtyas Nur Hidayati ST menyampaikan bahwa kini transisi energi telah memiliki pijakan regulasi yang lebih konkret. Di lingkup Jawa Timur, Program Jatim Lestari menjadi bentuk komitmen daerah dalam mendorong pemanfaatan EBT. “Langkah ini membutuhkan sinergi dari banyak pihak agar bisa berjalan optimal,” imbuhnya.
Direktur Infrastruktur, Proyek, dan Integritas Aset PT Pertamina Patra Niaga Setyo Pitoyo ST pun menyambut hangat inisiasi ini. Dirinya memperkenalkan inovasi Green Refinery Cilacap yang mengolah minyak jelantah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Tak hanya itu, Setyo turut membuka peluang bagi generasi muda ITS untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis pengembangan energi oleh Pertamina di masa mendatang.

Perspektif kritis tak luput disampaikan oleh Program Division Head Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur Romi Eriyanto. Menurutnya, proses transisi energi harus berjalan beriringan dengan perlindungan ekologis dan partisipasi masyarakat. “Transisi energi perlu berpijak pada keselamatan warga serta keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.
Melalui forum ini, ITS bersama SRE ITS berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat implementasi energi berkelanjutan di Indonesia. Upaya tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau serta poin ke-9 tentang inovasi dan infrastruktur. (*)
Reporter: Iffah Najwa Ulya
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi