
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan sarana edukasi pasar modal melalui peresmian Galeri Investasi Departemen Manajemen Bisnis (MB) ITS. Digelar di Auditorium Gedung Tower 2 ITS, Selasa (12/5), peresmian ini menjadi wujud nyata tekad ITS dalam meningkatkan angka literasi keuangan.
Galeri Investasi merupakan hasil kolaborasi antara institusi pendidikan, regulator, dan industri. Dalam inisiasi ini, Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Sucor Sekuritas. Galeri Investasi nantinya tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas untuk mengenalkan dunia pasar modal dan literasi keuangan.
Dalam sambutannya, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga dan Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jawa Timur Maulana Yusup menyampaikan pentingnya sarana untuk meningkatkan literasi keuangan sejak dini. Dirinya juga menuturkan bahwa OJK menggandeng perguruan tinggi untuk menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas. “Maka dari itu Galeri Investasi ini hadir,” tuturnya.
Lelaki yang akrab disapa Yusup tersebut pun mengungkapkan hasil survei dari OJK. Ia menyebutkan, tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia berada pada angka 75 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan masih berada pada angka 65 persen. “Hal ini menunjukkan banyaknya masyarakat yang mampu mengakses layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya,” ujar Yusup.

Menyetujui pernyataan tersebut, Dekan FDKBD ITS Ellya Zulaikha ST MSn PhD menegaskan bahwa wawasan keuangan sangat penting untuk mencegah risiko pengelolaan keuangan yang buruk. Ellya menyebutkan, adanya Galeri Investasi menjadi wadah yang tepat sekaligus akses untuk terjun ke industri. “Diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan real case dengan industri,” jelas dosen Departemen Desain Produk Industri tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) PT Sucor Sekuritas Bernardus Wijaya turut menimpali pernyataan Ellya. Di masa kini, wawasan dalam investasi sangat diperlukan untuk menunjang finansial. Oleh karena itu Galeri Investasi menyediakan data, bahan, serta simulasi trading untuk mengembangkan literasi keuangan dan inklusi pasar modal bagi akademisi dan masyarakat.
Terakhir, Kepala Departemen MB ITS Berto Mulia Wibawa SPi MM PhD menambahkan bahwa Galeri Investasi akan hadir sebagai laboratorium hidup yang membantu memahami investasi secara sehat dan rasional. Selain diskusi dan peresmian kembali Galeri Investasi, kegiatan ini juga diramaikan dengan dua sesi seminar. “Ada seminar pasar modal oleh BEI Jawa Timur dan seminar merdeka finansial dari PT Sucor Sekuritas,” terang Berto.
Peresmian Galeri Investasi di Departemen MB ITS ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. “Kami harap mahasiswa tidak hanya menjadi investor saja, tetapi juga individu yang kritis dan bertanggung jawab,” tutup alumnus Monash University tersebut. (*)
Reporter: Nailah Rifdah Zakiyah
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi