Abmas ITS Dorong Inovasi Kreatif lewat Limbah Galvalum

Published on
By
Ganbar Salah satu peneliti Abmas Faudina Faradilla Nanda ST MA ketika menyampaikan pembukaan pada pelatihan desain inovatif bersama Kelompok PKK Wonosari Kidul RT 5 RW 3
Salah satu peneliti Abmas Faudina Faradilla Nanda ST MA ketika menyampaikan pembukaan pada pelatihan desain inovatif bersama Kelompok PKK Wonosari Kidul RT 5 RW 3

Surabaya, ITS News — Departemen Desain Produk (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) lewat pelatihan desain inovatif. Abmas kali ini menyasar Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Wonosari Kidul RT 5 RW 3 yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah galvalum menjadi perhiasan bernilai estetika dan ekonomi.

Salah satu peneliti Abmas Faudina Faradilla Nanda ST MA mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Sumber Mas Gemilang sebagai mitra penyedia limbah galvalum. Melalui program Asia Advancing Humanity (ASAH) tersebut, para peserta diajarkan mengolah material sisa konstruksi tersebut menjadi bros dengan sentuhan khas lokal. “Kami ingin limbah galvalum tidak hanya dimanfaatkan kembali, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan langsung mulai dari pengenalan material, proses perakitan, hingga tahap dekorasi produk. Mahasiswa Laboratorium Human Centered Design Despro ITS  turut mendampingi setiap peserta untuk merangkai komponen bros, sementara peserta diberikan kebebasan menambahkan aksesoris seperti payet dan mutiara pada galvalum hasil laser cutting.

Gambar Pemaparan langkah-langkah perakitan bros oleh mahasiswa Departemen Desain Produk ITS
Pemaparan langkah-langkah perakitan bros oleh mahasiswa Departemen Desain Produk ITS

Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan bahwa desain produk juga dapat menghadirkan inovasi berbasis material bekas. DDP ITS menunjukkan bahwa limbah galvalum mampu diolah menjadi produk kreatif dengan mengangkat potensi serta kearifan lokal. Pemanfaatan tersebut membuka peluang baru bagi masyarakat untuk menghasilkan karya bernilai estetika sekaligus ekonomi.

Bagi para anggota PKK, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang ekonomi rumah tangga. Pelatihan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya usaha kreatif berbasis daur ulang yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar. “Pelatihan ini memberi wawasan baru bahwa barang bekas pun bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ungkap salah satu peserta.

Gambar Anggota kelompok PKK ketika sedang merangkai aksesoris untuk bros yang terbuat dari limbah galvalum
Anggota kelompok PKK ketika sedang merangkai aksesoris untuk bros yang terbuat dari limbah galvalum

Selain memperkuat pemberdayaan masyarakat, program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui sinergi antara ITS, masyarakat, dan sektor industri, inovasi sederhana ini menjadi langkah nyata menuju pemberdayaan berkelanjutan berbasis desain. (*)

 


Reporter: Ahmad Husein Al Qomary
Redaktur: Lathifah Sahda

×