
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian masif dalam mendorong upaya pemanfaatan energi terbarukan oleh masyarakat. Kali ini melalui organisasi Society of Renewable Energy (SRE) ITS, langkah nyata tersebut diwujudkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo pada Sabtu (2/5).
Non-Technical Manager Project Implementation Department SRE ITS Patsya W K D menyampaikan bahwa mata pencaharian warga Sawohan saat ini didominasi oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan perikanan. Secara spesifik, UMKM yang ada bergerak pada usaha penjualan kerupuk ikan. Namun, proses produksi yang bergantung pada cuaca tak jarang menimbulkan kendala. “Cuaca yang tidak menentu membuat produktivitas usaha menjadi tidak stabil,” ungkapnya.
Merespons kendala tersebut, SRE ITS menghadirkan solusi praktis melalui oven pengering kerupuk ikan berbasis energi matahari. Technical Manager Project Implementation Department SRE ITS Bagas Kurnia Paksi menjelaskan bahwa teknologi ramah lingkungan ini mengintegrasikan matahari dan panel surya untuk menghidupkan listrik pada oven. “Melalui solar absorber, cahaya matahari diserap untuk memanaskan udara pada chamber, tempat diletakannya kerupuk,” paparnya

Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa Bagas ini mengungkapkan bahwa penyerapan panas pada alat pengering tersebut dimaksimalkan melalui penggunaan pipa berwarna hitam. Warna yang gelap memungkinkan penangkapan cahaya pun menjadi lebih optimal. Selain itu, penggunaan baterai berkapasitas 12 volt 80 ampere-hour turut memastikan agar oven mampu bekerja di segala kondisi cuaca.
Mendukung terobosan tersebut, warga Sawohan menyambut baik inisiatif yang digerakkan. Mahasiswa program studi Departemen Teknik Elektro ITS ini turut membeberkan bahwa antusiasme warga ditunjukkan melalui semangat para pelaku UMKM yang menghadiri sosialisasi yang diberikan. “Mereka sangat tertarik dengan apa yang kami sampaikan dan dengan alat yang dipasang,” tuturnya.

Tak hanya berfokus pada hal teknis, organisasi penggiat energi terbarukan ini juga melakukan edukasi yang menyasar siswa sekolah setempat. Education Manager Campaign and Education SRE ITS Department Maarif Muhammad menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi pemilahan sampah, belajar matematika, serta donasi buku. “Aktivitas ini menjadi edukasi mendasar bagi siswa SD dan SMP sebelum diperkenalkan terkait energi terbarukan,” imbuhnya.
Melalui terobosan inovatif ini, ITS semakin memperkuat langkahnya dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang dicapai mencakup poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta poin ke-9 tentang Infrastruktur, Industri, dan Inovasi. Inovasi tersebut diharapkan mampu membawa kebermanfaatan bagi kehidupan masyarakat yang berkelanjutan. (*)
Reporter: Jecklin Chintya Galle Djami
Redaktur: Putu Calista Arthanti Dewi