
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan forum inspiratif bertajuk Sharing Session dan Bedah Buku, Selasa (14/4). Mengangkat topik beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam tentang peluang studi ke luar negeri.
Mengawali sharing session, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Nurul Widiastuti SSi MSi Phd menekankan banyaknya manfaat yang diperoleh melalui pengalaman internasional. Ia menyampaikan bahwa studi di luar negeri mampu membuka perspektif baru, termasuk dalam cara berpikir dan bekerja. “Hal itu yang saya rasakan ketika pulang dari studi S3 di Australia,” tutur Guru Besar Departemen Kimia ITS ini.
Lebih lanjut, Nurul menjelaskan skema beasiswa LPDP di ITS, khususnya untuk jenjang S2 dan S3 yang mencakup program double degree dan joint degree. Program double degree memungkinkan mahasiswa meraih dua gelar dari institusi berbeda dalam satu masa studi. Sementara itu, joint degree menghasilkan satu gelar yang diterbitkan bersama oleh dua institusi. “Mahasiswa pun dapat memilih universitas mitra, baik di dalam maupun luar negeri,” terangnya.

Alumnus Departemen Kimia ITS ini turut membeberkan bahwa kunci meraih beasiswa terletak pada kualitas diri secara menyeluruh. Sebagai ekspenyeleksi beasiswa LPDP, menurutnya program ini mencari kandidat yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian terhadap negara. “Khusus beasiswa jenjang S3, pengalaman riset dan rencana kontribusi di Indonesia menjadi poin penting,” ujar Nurul.
Selaras dengan perbincangan ini, hadir pula awardee beasiswa LPDP sekaligus penulis buku bertajuk Kisahku sebagai Pejuang Ilmu di UK, Alma Putri Dhiafira SH LLM. Memasuki sesi bedah buku, perempuan yang akrab disapa Dhea ini membagikan pengalamannya ketika menempuh studi sebagai awardee beasiswa LPDP. “Buku ini bercerita mulai dari tahap persiapan, proses studi, hingga pascastudi saya di Inggris,” jelasnya.
Dalam buku bersampul ungu tersebut, Dhea merekam perjalanan studinya sebagai mahasiswa S2 Corporate and Commercial Law di University of Sheffield, Inggris. Pada bagian pertama, ia mengulas proses persiapan untuk mendaftar beasiswa yang dilakukan sedini mungkin. “Persiapan saya mulai dari menggali motivasi diri, kontribusi yang akan diberikan, hingga menyempurnakan portofolio,” rinci Dhea.

Beranjak ke bagian kedua, perempuan asal Surabaya ini mengisahkan kehidupannya selama menempuh studi di Kota Sheffield, Inggris. Dhea mengaku mengalami gegar budaya terhadap perbedaan sistem pembelajaran yang menuntut sikap kemandirian. Sementara itu, bagian ketiga bukunya menyajikan refleksi ketika Dhea pulang ke Indonesia untuk kembali mengabdi. “Buku ini menjadi cara untuk merefleksikan perjalanan dan pelajaran hidup yang saya peroleh,” imbuhnya.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, baik Nurul maupun Dhea sama-sama berpesan agar selalu berani bermimpi. Melalui motto ‘im ready to be inspired and become the inspiration’, Dhea menyerukan pentingnya semangat untuk terus belajar dan berusaha. Acara ini pun selaras dengan komitmen ITS dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni pendidikan berkualitas. (*)
Reporter: Putu Calista Arthanti Dewi
Redaktur: Mohammad Febryan Khamim