Menurut Julius, pengguna teknologi informasi pun sudah meluas, tidak hanya bidang informatika saja. Untuk mengembangkan bidang teknologi, Microsoft membangun jaringan di bidang Akademik dengan berbagai instansi pendidikan di Indonesia. Koneksi ini dibangun untuk memperoleh expertisi dari kampus untuk mengembangkan produk-produk Microsoft. "Selain itu, jumlah adoption microsoft yang tinggi, membuat jaminan khusus lapangan pekerjaan bagi akademisi, jadi sama-sama ada manfaatnya," jelas Julius.
Karenanya, untuk mendukung program akademis ini Microsoft membangun Microsoft Subscription Developer Network Academic Aliance (MSDNAA). MSDNAA menyajikan fasilitas khusus untuk mahasiswa agar dapat menggunakan produk-produk terbaru Microsoft. "Produk ini bisa didapatkan free dengan lisensi resmi dari Microsoft," tuturnya.
Keuntungan lain, adalah software ini tetap dapat dinikmati setelah mahasiswa tersebut lulus. Meskipun gratis, software yang diberikan ini sama berkualitasnya dengan software enterprise yang ada di industri, "Jadi bukan berarti software yang diberikan gratis ini lebih jelek,"candanya.
Selain materi di atas, Kuliah Tamu ini juga diisi dengan materi lain. Yaitu Windows Phone 7 yang dibawakan oleh Taufan Harsilo Ardhinata. Dilanjutkan dengan materi Augmented Reality yang dijelaskan oleh Reza Aditya Saputra. Mereka berdua adalah Microsoft Student Patner (MSP) dari PENS dan ITS. (kl/az)