
Kampus ITS, ITS News — Dalam rangka menyemarakkan Ramadan, Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) kembali menggelar kegiatan santunan anak yatim dan duafa. Menyasar empat wilayah di Jawa Timur, kegiatan bertajuk Safari Ramadan ini resmi ditutup melalui simbolisasi penyerahan santunan di Plaza dr Angka, Rabu (11/3).
Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) IKA ITS Jawa Timur Dr Eri Cahyadi ST MT menyampaikan, tahun ini santunan yang diberikan berhasil menjangkau 1.200 anak yatim dan dhuafa. Pada pelaksanaan yang ke-13 kali ini santunan didistribusikan secara terpisah ke wilayah pilihan meliputi Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, dan Surabaya. “Tahun ini ada peningkatan nilai dan jumlah penerima santunan,” paparnya.
Menurut Walikota Surabaya tersebut, pembagian santunan di sejumlah wilayah menjadi strategi agar bantuan menjangkau masyarakat lebih luas, tidak hanya di Surabaya. Dengan semakin luasnya jangkauan, diharapkan dampak baik yang ditimbulkan juga semakin besar. Langkah ini juga sejalan dengan tema kegiatan santunan tahun ini, yakni merajut kebersamaan, menyemai kebaikan.

Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian ITS dalam menyebarkan kebaikan serta keberkahan kepada masyarakat. Ia menekankan, ITS juga memiliki tanggung jawab sosial di samping perannya dalam pengembangan riset dan teknologi. Kegiatan santunan ini menjadi bukti dampak positif yang diberikan ITS melalui peran sosial.
Menanggapi pelaksanaan Safari Ramadan, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengapresiasi peran aktif para alumni dalam kegiatan sosial. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar dana santunan yang terkumpul kali ini berasal dari donasi alumni ITS. “Semoga kedepannya lebih banyak lagi yatim dan duafa yang terbantu,” tutur Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS ini.

Terakhir, Bambang berharap kegiatan santunan ini dapat terus terlaksana di masa mendatang dengan jangkauan area yang lebih luas. Dari kegiatan ini semoga dapat tumbuh rasa peduli dan solidaritas antarsesama. Dampak dari kegiatan ini juga mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-1 tentang tanpa kemiskinan dan poin ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. (*)
Reporter: Khaila Bening Amanda Putri
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham