Perkuat Makna Al-Qur’an, Menag Gemakan Peringatan Nuzulul Qu’ran di ITS

Published on
By
Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA saat menyampaikan materi makna Al-Qur'an Makrokosmos dan Mikrokosmos pada Ramadan Festival yang digelar RDK ITS di Masjid Manarul Ilmi ITS
Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA saat menyampaikan materi makna Al-Qur’an Makrokosmos dan Mikrokosmos pada Ramadan Festival yang digelar RDK ITS di Masjid Manarul Ilmi ITS

Kampus ITS, ITS News — Turut menggemakan peringatan malam Nuzulul Qur’an, Ramadan di Kampus (RDK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 2026 menggelar Ramadan Festival yang menghadirkan Menteri Agama (Menag) RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA sebagai pembicara utama. Kegiatan yang bertajuk Menemukan Kembali Energi Kehidupan melalui Cahaya Nuzulul Qur’an tersebut diselenggarakan di Masjid Manarul Ilmi ITS, Jumat (6/3) malam.

Dalam tausiyahnya, Nasaruddin menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai kitab suci dalam bentuk mushaf, tetapi juga cerminan dari seluruh fenomena yang ada di alam semesta. Hal tersebut dapat juga dipahami bahwa Al-Qur’an adalah makrokosmos yang hadir dalam bentuk alam semesta, seperti pohon dan planet. “Sementara itu, Al-Qur’an dalam bentuk mushaf menjadi pedoman hidup bagi umat manusia,” tegasnya mengingatkan.

Lebih lanjut, Imam Besar Masjid Istiqlal itu menegaskan bahwa kedua bentuk tersebut tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan manusia. Ia menekankan bahwa Al-Qur’an harus diamalkan secara paralel. “Kita tidak hanya mengimani mushaf Al-Qur’an, tetapi juga harus membaca tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di alam semesta,” ujarnya.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD saat menyampaikan sambutan dalam acara peringatan malam Nuzulul Qur'an pada gelaran Ramadan Festival di Masjid Manarul Ilmi ITS
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD saat menyampaikan sambutan dalam acara peringatan malam Nuzulul Qur’an pada gelaran Ramadan Festival di Masjid Manarul Ilmi ITS

Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta tersebut mencontohkan pentingnya pemahaman ilmu ushul fiqih dalam menjembatani perbedaan ilmu agama dengan sains. Ia mencontohkan situasi saat pandemi Covid-19, di mana masyarakat dianjurkan menjaga jarak untuk mencegah penularan virus. Di sisi lain, dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa saat melaksanakan ibadah salat sebaiknya merapatkan posisi satu sama lain.

Melanjutkan paparannya, Menag menjelaskan bahwa perbedaan tersebut menjadi bentuk penyesuaian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya ushul fiqh agar kita dapat memahami ajaran agama tanpa meninggalkan esensi syariat. “Dengan itu, mahasiswa perlu melihat Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam memahami kehidupan dan perkembangan ilmu pengetahuan,” tuturnya.

Para sivitas akademika ITS dan masyarakat umum terlihat antusias menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur'an pada Ramadan Festival di Masjid Manarul Ilmi ITS
Para sivitas akademika ITS dan masyarakat umum terlihat antusias menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur’an pada Ramadan Festival di Masjid Manarul Ilmi ITS

Mendukung hal tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan mampu mengisi masa muda dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat. ia menekankan bahwa bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kesibukan akademik.

Selaras dengan Bambang, Ketua Pelaksana RDK ITS 2026 Bara Ardiwinata menambahkan bahwa acara Nuzulul Qur’an dirancang untuk menghidupkan suasana Ramadan di lingkungan kampus serta memperkuat kedekatan mahasiswa dengan Al-Qur’an. Selain menjadi sarana penguatan nilai spiritual bagi mahasiswa, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas. (HUMAS ITS)

 

Reporter: Hani Aqilah Safitri

×