
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (5/3). Kolaborasi ini menegaskan komitmen ITS dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi.
Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel Drs Jufri Rahman MSi mengungkapkan bahwa daerah yang mengusung motto Toddopuli ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Dengan ratusan pulau serta kawasan industri dan pelabuhan yang terus berkembang, Sulsel dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
Sejumlah sektor strategis di Sulsel, lanjut Jufri, terus berkembang dan membutuhkan dukungan penguatan berbasis riset dan teknologi. Salah satunya pada sektor maritim, khususnya pengembangan industri galangan kapal nasional seperti PT Industri Kapal Indonesia (IKI) yang berada di Makassar. “Industri ini memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perkapalan di kawasan timur Indonesia,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kondisi geografis Sulsel yang terdiri atas banyak pulau juga menuntut penguatan konektivitas antarpulau guna menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Dengan kondisi tersebut, Jufri berharap kerja sama ini dapat menjadi kunci terbangunnya sinergi yang kuat antara pemprov Sulsel dan ITS dalam menghadirkan solusi pembangunan berbasis riset dan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan kesiapan ITS untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan di Sulsel. Lewat keunggulan di bidang kemaritiman, ITS telah menjadi pusat konsorsium maritim nasional yang melibatkan berbagai perguruan tinggi serta industri strategis. “Melalui konsorsium ini, kami siap mendukung modernisasi desain dan digitalisasi industri perkapalan di Sulsel,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa peluang kerja sama di bidang pengembangan transportasi air juga sangat terbuka luas. ITS memiliki banyak dosen dan peneliti unggul yang siap berkontribusi melalui berbagai pusat kajian dan pusat studi termasuk fasilitas Science Techno Park (STP) yang dapat mendukung proses perencanaan hingga pengembangan.

Tak berhenti di sektor maritim, ITS juga membuka peluang kolaborasi di sektor agraris lewat pengembangan teknologi smart farming melalui mekanisasi dan elektrifikasi alat pertanian guna meningkatkan produktivitas lahan. “Banyak inovasi yang lahir dari Kampus Pahlawan ini untuk mendukung pemanfaatan sumber daya Sulsel secara lebih optimal,” paparnya.
Selain pengembangan teknologi, Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS tersebut juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penerimaan putra-putri berprestasi asal Sulsel untuk menimba ilmu di ITS. Bambang menyampaikan bahwa keberlanjutan kerja sama ini juga dapat diwujudkan melalui penyediaan jalur penerimaan mahasiswa khusus.
Melalui kolaborasi ini, Bambang berharap sinergi yang terjalin dapat melahirkan berbagai inovasi yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulsel. Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-9 mengenai Infrastruktur, Industri, dan Inovasi serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (HUMAS ITS)
Reporter: Andra Eka Wijayanti