
Kampus ITS, ITS News — Menyambut bulan suci Ramadan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya berbenah dan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Pesan ini disampaikan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD lewat kajian Qobla Tarawih dan pembukaan Ramadan di Kampus (RDK) ITS ke-47 di Masjid Manarul Ilmi ITS, Rabu (18/2).
Bambang menegaskan, diperlukan kesadaran untuk saling membantu antarkomponen sivitas ITS untuk mencapai ekosistem pendidikan yang baik. Pesan ini selaras dengan Al-Qur’an surah Al-Ma’idah ayat dua yang menganjurkan setiap makhluk sosial untuk saling tolong menolong dalam mengerjakan kebajikan dan takwa. “Contohnya, dosen bukan semata melakukan transfer ilmu, tetapi juga membantu memantik nalar kritis mahasiswa,” ucapnya.
Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS itu juga menganjurkan seluruh komponen yang ada di ekosistem pendidikan ITS agar mengasah sensor sosial masing-masing. Langkah ini dapat dijalankan dengan memahami perasaan orang yang kesusahan dan memberikan bantuan. “Kebaikan kecil yang kolektif niscaya akan menghasilkan resonansi yang positif,” ungkapnya.

Selain kepekaan sosial, diperlukan refleksi diri dari setiap individu untuk memunculkan ekosistem pendidikan yang baik secara organik. Pada momen Ramadan ini, Bambang mengajak seluruh sivitas ITS menumbuhkan kesadaran untuk berbenah dengan menundukkan egoisme dan kesombongan diri. Dalam hal ini, puasa merupakan proses kalibrasi diri untuk selaras dengan titik ketakwaan.
Beriringan dengan momentum ini, turut dilaksanakan pembukaan RDK ITS ke-47 sebagai kegiatan tahunan Kampus Ibu yang Luhur ITS. Ketua Pelaksana RDK ITS ke-47 Bara Ardiwinata mengungkapkan, momen Ramadan ini menjadi waktu yang tepat bagi sivitas ITS untuk saling menguatkan rasa persaudaraan. Hal ini dapat dicapai melalui rangkaian kegiatan RDK ITS ke-47 yang menarik.

Mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS itu menerangkan, RDK ITS ke-47 bersama Masjid Manarul Ilmi ITS menyediakan ekosistem ibadah yang baik. Hal ini tercermin melalui adanya kegiatan sahur dan buka gratis, kajian intelektual, bazar Ramadan, hingga iktikaf di penghujung bulan. “Masjid Manarul Ilmi ITS bukan sekadar masjid, melainkan juga sebagai tempat pulang bagi insan yang membutuhkan,” terangnya.
Hadirnya kajian ini selaras dengan upaya perguruan tinggi sebagai wadah penyebaran informasi religi kepada sivitasnya. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yang mengupayakan pendidikan berkualitas. Semangat program RDK ITS ke-47 turut mendukung poin ke-16 tentang kedamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat. (*)
Reporter: Ahmad Husein Al Qomary
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham