PKM FTIf Meningkat, Berpeluang Dilombakan di Gemastik

Published on
By

Pada tahun-tahun sebelumnya, gabungan jumlah PKM dari jurusan Teknik Informatika (TC) dan Sistem Informasi (SI) tak pernah lebih dari sepuluh buah. Secara perhitungan kasar, dari tiap-tiap jurusan tersebut tak ada yang pernah lebih dari lima buah.

Padahal di tahun 2009, bidang kemahasiswaan FTIf telah membuat beberapa kebijakan. Salah satu pemimpinnya , Pembantu Dekan 3 FTIf Bambang Setiawan S Kom M Kom pernah mewajibkan mahasiswa di jurusannya untuk membuat PKM. Meskipun jumlah proposal yang dikirimkan cukup banyak, namun tak ada perubahan terhadap jumlah yang diterima.

Diakui, adanya kemenangan dan keberhasilan menjadi kebanggaan tersendiri. Tetapi Bambang lebih menginginkan mahasiswanya untuk menjadi lebih familiar dengan dunia keilmiahan. “Nyatanya, mereka tidak bisa dipaksa,” ujarnya.

Para dosen pun begitu. Sebelumnya, tak banyak yang tahu apa itu PKM. Namun, seiring dengan meningkatnya prestasi ITS di ajang Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas), banyak dosen dan mahasiswa yang semakin tertarik. Selain itu, pihak kemahasiswaan FTIf juga mengupayakan keterikatan antara dunia akademik dan PKM.

Bambang menjelaskan, bahwa keduanya bisa saling menopang. Materi akademik yang diterima mahasiswa tak berhenti di kelas perkuliahan saja. Juga ide-ide PKM tak hanya selesai saat waktu pelaksanaan berakhir, tetapi bisa dilanjutkan bahkan hingga ke jenjang tugas akhir (TA).

Dosen-dosen pun akhirnya menyadari kenyataan tersebut. Beberapa dosen memberlakukan kebijakan unik untuk para mahasiswanya. Seperti Bambang, yang berjanji memberi tambahan nilai bagi mahasiswanya yang mengeluarkan proposal sesuai dengan bidangnya dan berhasil meraih pendanaan.

Hasilnya? Jumlah proposal PKM yang dikirimkan memang menurun. Namun, yang diterima jauh lebih banyak. “Sebelas dari SI dan sembilan buah dari TC,” paparnya sembari tersenyum lebar. Totalnya 20 buah, berarti naik lebih dari dua kali lipat.

Tentu saja, hal ini menunjukkan bahwa para mahasiswa FTIf sudah mulai meningkatkan kualitas PKM-nya. Ketika para mahasiswa berdatangan ke kantor Bambang untuk menagih janji tambahan nilai, ia melakukannya sembari tersenyum senang.

Peningkatan jumlah tersebut disinggung oleh Drs Bandung Arry Sanjoyo MIKomp, pembina Tim Penalaran ITS. Ini dilakukannya saat briefing bagi para penulis proposal yang mendapat pendanaan Jumat (11/2) di gedung Pascasarjana.

“Ada setidaknya 20 proposal mengenai perangkat digital yang saya hitung ini,” ungkapnya seraya mengangkat beberapa berkas proposal. Ia melanjutkan, proposal-proposal tersebut tidak hanya berpotensi menopang prestasi ITS di dunia keilmiahan PKM. Akan tetapi, proposal tersebut juga berpotensi besar di ajang lainnya.

Dia mencontohkan even perlombaan Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik). “Jangan lupakan Gemastik!” ia memberi wejangan. Tahun ini, FTIf ITS akan kembali menjadi tuan rumah bagi ajang nasional tersebut. (lis/hoe)

×