
Kampus ITS, ITS News – Departemen Teknik Mesin Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DTMI ITS) menggelar Student Engineering Challenge (SEC) 7.0 sebagai ajang penjaringan pelajar berbakat di bidang keteknikan mesin. Kompetisi yang berlangsung selama dua hari berturut-turut sejak Sabtu (7/2) ini menawarkan Golden Ticket DTMI ITS bagi pemenang.
Ketua Pelaksana SEC 7.0 Ferry Dwi Nur Affandi menjelaskan bahwa kompetisi ini bertujuan mewadahi pelajar SMA sederajat untuk mengasah kemampuannya dalam menyelesaikan masalah di bidang teknologi industri. “Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kami menawarkan biaya pendaftaran gratis untuk mendorong partisipasi pelajar,” ungkapnya.
Dengan mengusung tema Mechaverse, SEC 7.0 mengajak peserta memandang dunia teknik sebagai ruang yang kolaboratif dan dinamis. Sejalan dengan tema tersebut, kompetisi ini menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Computer Aided Manufacturing (CAM), Computer Aided Design (CAD), dan Welding. “Ketiga kategori ini dirancang untuk merepresentasikan berbagai aspek di dunia teknik,” papar pemuda yang akrab disapa Ferry ini.
Pada kategori CAM, peserta ditantang untuk mengembangkan kemampuan perancangan dan pemrograman manufaktur berbasis komputer. Tantangan yang harus diselesaikan berupa optimalisasi desain komponen strategis permesinan, mulai dari penentuan jalur pahat hingga simulasi pada perangkat lunak secara efisien dalam waktu terbatas.

Sementara itu, pada kategori CAD, lanjut Ferry, peserta diminta merancang komponen teknik secara digital dengan memvisualisasikan model dua atau tiga dimensi sesuai kaidah geometri. Kategori ini menekankan kemampuan pemodelan, ketelitian dimensi, serta kreativitas dalam menerjemahkan objek teknik ke dalam gambar teknik.
Terakhir, kategori Welding mengharuskan peserta untuk mempraktikkan secara langsung kemampuan teknik pengelasan dengan menyambungkan logam menjadi sambungan yang kuat dan presisi. “Dalam kategori ini, peserta dinilai berdasarkan ketepatan teknik, kerapian hasil kerja, serta kesesuaian penerapan prosedur pengelasan dengan standar yang berlaku,” tambah mahasiswa angkatan 2023 ini.
Kompetisi yang diikuti 625 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia ini mendapat antusiasme tinggi. Salah seorang peserta, Arbiansyah Prayoga, mengaku senang dapat mengikuti ajang tersebut karena selaras dengan materi yang dipelajarinya di sekolah. Selain itu, hadiah utama berupa golden ticket turut menjadi motivasi bagi Arbiansyah untuk memberikan yang terbaik pada SEC 7.0 ini.
Tujuan penyelenggaraan SEC 7.0 tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat tentang pendidikan berkualitas. Menutup pernyataannya, Ferry berharap kompetisi ini dapat melahirkan generasi muda yang tanggap dalam menyelesaikan berbagai persoalan di bidang teknologi industri. Ia pun berharap DTMI semakin dikenal masyarakat melalui kompetensi dan keterampilan yang dimiliki. (*)
Reporter: Muhammad Rafi Ardiansyah
Redaktur: Andra Eka Wijayanti