Aksi Tanam Pohon oleh tim Pertamina Foundation Sobat Bumi (PFs) ITS bersama Wepose Indonesia di Taman Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Menjawab tantangan tersebut, awardee beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation (PFs) ITS menginisiasi program Aksi Tanam Pohon dan Aksi Pulihkan Bumi sebagai langkah strategis memperkuat mitigasi bencana dan keberlanjutan lingkungan.
Mengusung tema Indonesia Pulih, Indonesia Lestari, kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (10/1) lalu ini mengintegrasikan konservasi ekosistem mangrove dengan edukasi kebencanaan bagi generasi muda. Ketua Pelaksana Aksi Sobat Bumi ITS Khalil menjelaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan perlu disertai pembangunan kesadaran masyarakat sejak dini agar dampaknya berkelanjutan.
Sebagai wujud nyata mitigasi bencana pesisir, mahasiswa ITS bekerja sama dengan Wepose Indonesia menanam 150 bibit mangrove di Taman Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya. Kawasan ini merupakan sabuk hijau (green belt) Kota Surabaya yang memiliki peran strategis dalam menahan abrasi dan intrusi air laut. “Penanaman mangrove ini diharapkan menjadi investasi lingkungan jangka panjang sebagai pemecah gelombang alami, pelindung keanekaragaman hayati, serta pendukung upaya penurunan emisi karbon,” papar Khalil.
Sesi pemaparan materi Siap Siaga Bencana Kebakaran oleh awardee beasiswa Pertamina Foundation Sobat Bumi (PFs) ITS kepada siswa SD kelas 1 hingga 4 di Balai Desa Keputran, Surabaya
Tak hanya berfokus pada aspek ekologis, program ini juga menyasar penguatan kapasitas sosial melalui Aksi Pulihkan Bumi yang digelar di Balai Desa Keputran. Sebanyak 30 siswa sekolah dasar mendapatkan edukasi kesiapsiagaan bencana, khususnya bahaya kebakaran di kawasan permukiman padat. Melalui metode interaktif dan simulasi Tas Siap Siaga, siswa diajak mengenali langkah tanggap darurat secara sederhana dan aplikatif.
Selain itu, dalam aksi ini mahasiswa ITS turut memperkenalkan pelatihan budidaya cabai dengan sistem hidroponik sederhana guna menumbuhkan kemandirian pangan dan kecintaan terhadap tanaman sejak usia dini. “Program ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mudah diterapkan di lingkungan terbatas,” ujar Khalil.
Melalui sinergi konservasi alam dan pemberdayaan Masyarakat tersebut, ITS menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan). Inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat pesisir yang tangguh dan berkelanjutan. (*)
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai

