Abmas ITS Kenalkan Inovasi Alat Penyiram Bawang dengan Energi Terbarukan

Published on
Mahasiswa dari Laboratorium Tegangan Tinggi ITS saat usai memberikan sosialisasi alat kepada warga
By
Mahasiswa dari Laboratorium Tegangan Tinggi ITS saat usai memberikan sosialisasi alat kepada warga Desa Sumberbulu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur

Probolinggo, ITS News — Desa Sumberbulu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi sorotan berkat program pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang menghadirkan teknologi irigasi bawang merah ramah lingkungan. Selama tiga bulan terakhir, tim dari Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk merancang, memasang, serta melatih warga mengoperasikan alat penyiram bawang merah berbasis baterai yang ditopang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid dan stasiun pengisian baterai.

Kepala Desa Sumberbulu Supmawati atau akrab disapa Tenggi menuturkan besarnya manfaat inovasi ini bagi mayoritas warganya yang bergantung pada komoditas bawang merah. “Selama bertahun-tahun kami menyiram dengan ember, melelahkan dan tidak efisien. Proyek alat penyiram bawang ini menjadi jawaban atas kebutuhan pokok petani kami,” ujarnya saat pembukaan rangkaian kegiatan.

Perangkat irigasi yang diperkenalkan tim abmas ITS ini dirancang ringkas dan mudah dibawa sehingga sesuai dengan ukuran petak sawah setempat. Sistem memanfaatkan baterai isi ulang yang dayanya disuplai dari PLTS hybrid, dilengkapi indikator kapasitas baterai serta pengatur kecepatan debit air untuk menyesuaikan kebutuhan penyiraman di berbagai fase pertumbuhan tanaman. Solusi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil, menekan biaya operasional, dan meningkatkan konsistensi pasokan air ke tanaman.

Serah terima alat penyiram bawang merah oleh tim Abmas dari Laboratorium Tegangan Tinggi ITS

Salah satu warga setempat, Tali, mengaku merasakan langsung perbedaannya. Menurutnya, penyiram konvensional mengandalkan tenaga manusia, sementara mesin yang beredar ukurannya terlalu besar dan pakai bensin. “Alat dari ITS ini lebih kecil, bertenaga baterai, dan jauh mempermudah kerja kami,” ungkapnya.

Tak hanya instalasi perangkat, tim ITS juga menyelenggarakan pelatihan penggunaan dan perawatan baik untuk alat penyiram maupun sistem PLTS hybrid. Materi mencakup prosedur operasi, perawatan baterai, pemantauan debit, hingga keselamatan kerja. Skema pendampingan ini memastikan teknologi dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh warga agar manfaatnya berkelanjutan.

Alat penyiram bawang, rak baterai serta panel box dan inverter yang diinovasikan oleh tim abmas dari Laboratorium Tegangan Tinggi ITS

Koordinator Abmas Laboratorium Tegangan Tinggi ITS Abdullah Alfin Holis menegaskan pentingnya sinergi teknologi dan partisipasi warga. Antusiasme masyarakat Sumberbulu pun terlihat sangat tinggi. “Teknologi tepat guna yang dipadukan tekad kuat akan melahirkan perubahan nyata, yakni biaya operasional turun, penyiraman lebih efektif, dan produktivitas petani meningkat,” jelasnya.

Dengan semangat yang terus berkobar, Desa Sumberbulu telah membuktikan bahwa dengan adanya kerja sama, keinginan kuat, dan teknologi yang tepat dapat menciptakan masa depan yang lebih baik untuk semua. Kegiatan abmas ini juga menunjukkan dukungan pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-2 tentang Tanpa Kelaparan, poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Tim Abmas dari Laboratorium Tegangan Tinggi ITS saat melakukan uji coba alat penyiram bawang yang diinovasikannya

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen ITS dalam penguatan hilirisasi riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan lokal. Laboratorium Tegangan Tinggi ITS berfokus pada pengembangan solusi kelistrikan yang aman, efisien, dan ramah lingkungan untuk berbagai sektor, termasuk pertanian. (*)

 

×