
Dorong digitalisasi dalam sektor keselamatan pelayaran Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan hibah perangkat lunak inovatif bernama iStow Campus Edition (CE) kepada Lembaga Pendidikan Kepelautan dan Mahkamah Pelayaran Indonesia, Sabtu (23/8). Pemberian program hibah yang dilaksanakan di kampus Politeknik Pelayaran Surabaya ini merupakan perwujudan nyata dari inisiatif ITS Berdampak dalam menghadirkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi pendidikan dan industri.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Indonesia Dr Djarot Tri Wardhono ST MT menegaskan bahwa sektor pelayaran dan kelautan memegang peranan penting dalam distribusi logistik nasional maupun internasional. Untuk itu, keselamatan dalam sebuah operasi pelayaran menjadi hal krusial dalam sektor ini. “Sehingga selain kualitas teknologinya, perlu juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan bantuan teknologi seperti ini,” imbuhnya.

Djarot menyampaikan bahwa iStow CE diharapkan dapat membantu para taruna memahami pentingnya keselamatan dalam operasi pelayaran. Dengan adanya perangkat ini, ia berharap proses pembelajaran dapat lebih aplikatif dan sesuai standar internasional. “Semoga teknologi ini dapat dimanfaatkan para taruna untuk memprioritaskan keselamatan dalam pelayaran ke depannya” jelasnya.
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS sekaligus penggagas iStow Dr Ing Ir Setyo Nugroho mengungkapkan bahwa iStow merupakan perangkat lunak pemuatan kapal yang dikembangkan ITS sejak 2006 dan kini telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 9. Hal tersebut membuktikan iStow tidak hanya teruji di industri sejak 2019, tetapi juga siap dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran di lembaga pendidikan maritim.

Lebih lanjut, dosen dengan panggilan Yoyok ini menambahkan, perangkat tersebut juga dilengkapi sistem visual dan audio yang memberi peringatan bila terjadi pelanggaran standar keselamatan. Dengan begitu, taruna juga dilatih untuk memahami prinsip pemuatan kapal dengan perhitungan stabilitas yang akurat dan berbasis International Maritime Organization (IMO). “Dengan demikian, taruna lebih siap menghadapi kondisi nyata di dunia pelayaran,” tegasnya optimistis.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD memaparkan bahwa kegiatan hibah ini adalah bentuk kontribusi ITS dalam mendukung dunia pendidikan maritim. Menurutnya, riset yang dihasilkan perguruan tinggi harus dapat langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan lembaga pendidikan. “Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengembangkan bangsa melalui riset dan inovasi,” tuturnya.

Guru besar dari Departemen Teknik Mesin ITS ini berharap, hibah tersebut dapat membantu lembaga pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di tingkat global. Sekaligus meningkatkan efisiensi kegiatan pembelajaran dan keamanan yang sesuai dengan standar internasional. “Hibah ini kami harapkan dapat membekali taruna dengan teknologi yang selaras kebutuhan industri maritim,” harap Bambang.

Pada kesemparan ini, dilakukan juga penandatanganan Memorandum Of Agreement (MoA) oleh ITS bersama BPSDM, Mahkamah Pelayaran, serta para perwakilan politeknik dan perguruan tinggi pelayaran di Indonesia. Kontribusi ITS melalui hibah ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4 terkait pendidikan berkualitas dan poin ke-9 terkait inovasi, industri, dan infrastruktur, serta poin ke-17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan. (HUMAS ITS)
Reporter: Khaila Bening Amanda Putri