Pagi itu, lapangan utama Stadion Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipenuhi oleh sivitas akademika. Dengan dresscode batik, para peserta upacara melaksanakan prosesi dengan khidmat. Tampak pula ratusan mahasiswa dengan baju putih-hitam dalam upacara sakral tersebut.
Dalam pidatonya, Priyo menyampaikan pentingnya kepekaan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dengan beruntunnya bencana yang terjadi pada bulan Oktober 2010, yaitu banjir Wasior, tsunami gempa di Mentawai, dan meletusnya Gunung Merapi.
Misalnya saja, Letusan Merapi pada tahun 2010 ini berdampak kerusakan di berbagai daerah. Kerusakan tidak hanya teradi di Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga menimpa beberapa kota di jawa tengah. Bahkan, hujan di sertai abu vulkanik juga turun hingga wilayah Kota Sukabumi, Jawa Barat.
"Ini momen uji, sampai dimana kepekaan sosial kita terhadap bangsa ini," ujar Probo. Ia menekankan pada sivitas akademika akan pentingnya kepekaan tersebut. "Dengan peka terhadap sesama, otomatis akan memupuk semangat kepahlawanan dalam diri kita," jelasnya. Seluruh peserta upacara pun menyambut pesan tersebut dengan suka cita diiringi tepukan tangan yang menggema. (niv/az)