Lagu Syukur, Indonesia Raya, dan dilanjut Hymne ITS mengiringi pembukaan rapat senat terbuka di Graha Sepuluh Nopember. Tak kurang 1500 undangan yang terdiri dari dosen, karyawan, mahasiswa, dan keluarga besar ITS lainnya hadir memenuhi ruangan.
Sebagaimana upacara pengukuhan pada umumnya, setelah pembacaan surat keputusan menteri dan daftar riwayat hidup, acara dilanjut dengan pidato pengukuhan yang disampaikan oleh guru besar yang dikukuhkan.
Heru Setyawan yang mendapatkan giliran pertama menyampaikan pidatonya tentang inovasi teknologi partikel untuk menciptakan produk yang bermanfaat. “Teknologi partikel sedang menapaki kemajuan khusus. Sehingga membantu menciptakan sumber energi baru, “ tutur Kepala laboratoriumElektrokimia dan korosi tersebut.
Sementara itu, Tri Widjaja sebagai guru besar bidang pengolahan limbah menyampaikan inovasinya tentang peranan dan aplikasi pengolahan limbah secara biologis dalam industri kimia. “Proses biologis pada pengolahan limbah penerapan yang dapat diterapkan dengan proses Powdered Activated Treatment (PACT) dan Submerged membrane Bioreactor (SMBR),†jelas ketua jurusan Teknik Kimia sekaligus kepala laboratorium teknologi biokimia.
Lain halnya dengan Surya Rosa yang mendapat gelar guru besar bidang ilmu biokimia organik menuturkan tentang kimia untuk semua dalam kesempatan orasinya. “Ilmu kimia sekarang tidak hanya dikuasai para kimiawan tetapi juga pakar lain sebagai landasannya,†jelasnya. Saat ini, dosen Kimia tersebut telah melakukan riset mengenai hopanoid sebagai biomolekul bakteria multifungsi.
Pada pengukuhan tersebut, dalam sambutannya, Prof Ir Priyo Suprobo MS Phd selaku rektor ITS turut mengutarakan bahwa pencapaian guru besar itu antara sulit dan mudah. Hendaknya inovasi teknologi semakin digencarkan ITS sebagai institusi berbasis IPTEK.
Secara khusus kepada Tri Widjaja, Probo berpesan agar strategi pengolahan limbah industri ini segera diaplikasikan. “Industri sekarang memang butuh pengolahan limbah secara biologis sebab dinilai lebih efektif. Jadi kita bisa bersaing dengan Cina,†ungkap Probo.
Untuk diketahui, Heru Setyawan dan Tri Widjaja merupakan guru besar ke-37 dan 38 di Fakultas Teknologi Industri (FTI). Sedangkan, Surya Rosa menjadi guru besar ke-15 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. (esy)