Kondisi jalan Tunjungan ketika acara berlangsung sangatlah ramai. Ramai oleh pengisi hiburan musik, games, stand jurusan, mahasiswa ITS dan khalayak umum. Sebuah kebanggaan bagi orang-orang yang beralmamaterkan Institut Sepuluh Nopember, menjadikan sebuah kelaziman jika acara ini dibanjiri oleh para civitas akademik ITS. Namun apa yang menjadi magnet penarik mereka yang bukan dari civitas akademik ITS untuk hadir di acara besar Dies Natalis ITS yang ke-53 ini?
Tidak sedikit siswa sekolah menengah atas yang ikut meramaikan acara ini, “Saya tahu acara ini dari Facebook, acara dari kampus besar pasti besar. Saya tidak melirik pengisi acara hiburan disini, saya justru ingin melihat ITS itu bagaimana dan seperti apaâ€, ujar Sania (16), siswi SMK IPIEPS yang berambisi untuk berkuliah di jurusan Arsitektur ITS. Tidak sedikit pula masyarakat umum yang mengunjungi acara ini sekadar hanya untuk merasakan atmosfir akademik dari salah satu institut terbaik Indonesia ini, “Tetangga sebelah saya, pemilik kos-kosan mengabarkan tentang acara ini. Sambil mengisi waktu Minggu malam bersama keluarga dan mengetahui seperti apa perguruan tinggi teknik itu. Tidak disangka acaranya seramai ini ternyata!â€, tutur Bu Yuli (26), seorang ibu rumah tangga asal Gebang yang ditemui bersama keluarganya dalam acara tersebut.
Kehadiran pengunjung diluar ITS pada acara ini sedikitnya mengindikasikan bagaimana eksistensi dan citra ITS dimata khalayak umum. Bapak Tri Irianto (53), salah satu pengunjung asal Surabaya mendapati informasi mengenai acara ini dari salah satu stasiun radio, “ITS itu..ya Sepuluh Nopember! Bagi saya, ITS merupakan kampus yang kental akan darah perjuangan kepahlawanan. Institut yang keren mobilnya, perkapalannya, robotnya, juga ada Pak Nuh lulusan kampus ini jadi menteri pendidikan sekarangâ€, ungkapnya.
Acara ini memberi gambaran pada khalayak akan potret Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, sebagai kampus teknik, kampus perjuangan. 53 tahun ITS sudah memberi citra warna bagi masyarakat, dan secara dinamis akan terus membangun citranya tergantung bagaimana perjuangan komponen civitas akademik ITS. (M15)