Dari 43 penghargaan tersebut, 34 di antaranya diberikan kepada PNS purna tugas. Sementara sembilan lainnya diberikan kepada janda atau duda PNS ITS. Penghargaan tersebut merupakan salah satu wujud ungkapan terima kasih atas kontribusi dan jasa karyawan dan dosen selama mengabdi di ITS. Selain itu, pemberian penghargaan disampaikan sekaligus dalam rangka memperingati Dies Natalis ITS ke-52.
Dalam pidatonya di pertengahan penyerahan tali asih, Tri Yogi mengungkapkan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada pengabdian karyawan dan dosen yang telah mengakhiri masa tugasnya. ”Saya meyakini kontribusi karyawan dan dosen sekalian turut membangun ITS hingga menjadi seperti sekarang ini,” ungkap rektor kelahiran Tulungagung ini.
Sepanjang prosesi tersebut berlangsung, guru besar jurusan Teknik Mesin ini mengaku merasa sedih sekaligus bahagia usai menyampaikan tali asih tersebut. ”Hubungan emosional yang memberi kesedihan karena berpisah, apalagi di antara dosen-dosen yang hadir di sini adalah dosen saya juga,” kata Tri Yogi. Ia melanjutkan bahwa di antara kesedihan tersebut juga terselip rasa bahagia karena masih memiliki kesempatan berkumpul bersama.
Pada kesempatan yang sama, Tri Yogi mempersilahkan dosen yang masih ingin mengajar untuk tetap bisa terlibat memberi kuliah di kelas. ”Karena saya memahami bahwa suasana kerja, persahabatan, dan lingkungan itu tidak bisa dibeli. Akan sangat sulit bagi dosen ketika tiba-tiba berhenti mengajar,” terang Tri Yogi.
Selain itu, Tri Yogi menceritakan bahwa terdapat rencana untuk membuat sebuah paguyuban pensiunan ITS. ”ITS akan berusaha memfasilitasi sekaligus membantu pensiunan dosen atau karyawan ITS yang mengalami kesulitan,” tandas dosen jurusan Teknik Mesin ini. (anl/izz)