ITS News

Kamis, 08 Desember 2022
11 November 2022, 07:11

Abmas ITS Optimalkan Kenyamanan Beribadah di Masjid

Oleh : itsfey | | Source : ITS Online

Tim Abmas Laboratorium Vibrastik ITS bersama jemaat Masjid Nurul Iman Pandugo Surabaya

Kampus ITS, ITS News — ITS terus menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat (Abmas). Kali ini, Laboratorium Vibrasi dan Akustik (Vibrastik) Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan pengukuran fisika bagunan dan memberikan beberapa rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kenyamanan beribadah di Masjid Nurul Iman Pandugo Surabaya.

Ketua tim abmas kali ini, Muhammad Arifianto, menjelaskan bahwa terdapat lima parameter utama yang ditinjau oleh Laboratorium Vibrastik ITS dalam pengoptimalan kenyamanan beribadah umat Islam di Masjid Nurul Iman Pandugo. Lima parameter ini yaitu pencahayaan alami, pencahayaan buatan, penghawaan alami, penghawaan buatan, dan akustik ruang.

Pada parameter pencahayaan alami, lanjutnya, masjid ini sudah  memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). “Disarankan kegiatan ibadah di dilakukan di sisi timur atau utara agar persebaran cahaya lebih merata,” ucap mahasiswa Departemen Teknik Fisika ini.

Muhammad Arifianto saat memaparkan hasil pengukuran tim abmasnya di Masjid Nurul Iman Pandugo

Arifianto melanjutkan, parameter kedua yang ditinjau ialah pencahayaan buatan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh timnya Minggu (6/11) lalu, pencahayaan buatan di bangunan ini juga sudah memenuhi ketentuan SNI. Namun pencahayaan buatan ini hanya ideal untuk kegiatan ibadah biasa saja. “Untuk kegiatan lain seperti tadarus, membaca, dan kegiatan lainnya membutuhkan lampu dengan iluminasi yang lebih besar,” tuturnya.

Poin ketiga yaitu penghawaan alami. Berdasarkan pengukuran SNI, jumlah bukaan ventilasi tidak boleh lebih kecil dari lima persen. Sedangkan, perhitungan perbandingan ventilasi pada masjid yang mana pintu tidak dihitung sebagai bukaan ventilasi masjid, didapatkan nilai 5,46 persen. “Data ini menunjukkan penghawaan alami sudah baik dan sesuai dengan standar SNI,” ungkap lelaki asal Tulungagung ini.

Lebih lanjut, penghawaan buatan menjadi tinjauan keempat. Penghawaan buatan yang digunakan masjid berupa pendingin udara atau air conditioner (AC). Setelah dilakukan pengukuran, tim abmas ITS ini merekomendasikan jumlah AC serta durasi pengoperasiannya untuk kegiatan ibadah. “Dibutuhkan delapan unit AC yang beroperasi untuk rentang waktu 19 menit atau lima unit AC untuk 30 menit pengoperasiaan untuk mencapai kenyamanan termal yang optimal,” terang Arifianto.

Pengukuran kelima yaitu akustik ruang. Tim abmas ITS ini mengukur nilai bising latar masjid untuk menentukan pengaturan pengeras suara dalam ruang ibadah. Disebutkan bahwa waktu dengung ideal pada masjid yakni 0,8 hingga 1,1 detik. Sementara waktu dengung yang diperoleh berdasarkan hasil pengukuran di  Masjid Nurul Iman Pandugo mencapai 2,4 detik. “Pengaturan speaker pada masjid kurang ideal sehingga suara yang dihasilkan tidak terdistribusi dengan baik,” ujar mahasiswa angkatan 2019 ini.

Salah satu anggota tim abmas ITS melakukan pengukuran akustik ruang pada pengeras suara Masjid Nurul Iman Pandugo

Lebih dalam, akustik ruang yang kurang sesuai ini juga menyebabkan artikulasi suara pengguna pengeras suara tidak dapat terdengar jelas oleh seluruh jemaat. Untuk mengatasi permasalahan akustik ruang ini, tim abmas ITS ini tetap berkomitmen untuk memperbaiki kendala ini dengan melakukan pengukuran lanjutan khusus akustik ruang untuk memberikan kenyamanan yang optimal bagi masyarakat. “Kami akan melakukan penataan ulang pengeras suara pada ruang ibadah masjid.

Terakhir, tim abmas ITS yang didampingi langsung oleh dosen Departemen Teknik Fisika, Ir Wiratno Argo Asmoro MSc ini berharap bahwa ilmu-ilmu yang diperoleh selama perkuliahan mampu diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan umum di masyarakat. “Semoga apa yang kami lakukan ini mampu membawa kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” tuntasnya. (*)

 

Reporter: Frecia Elrivia Mardianto
Redaktur: Muhammad Miftah Fakhrizal

Berita Terkait