ITS News

Selasa, 29 November 2022
11 Oktober 2022, 08:10

Bangkitkan Kesadaran Literasi dan Masalah Sampah lewat DESA KASI

Oleh : itswan | | Source : ITS Online

Tim KKN Abmas ITS yang turut menginisiasi program Sedekah Sampah Kayakan Literasi (DESA KASI) di Desa Wanar, Lamongan

Lamongan, ITS News – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ITS menginisiasi program Sedekah Sampah Kayakan Literasi (DESA KASI) untuk Desa Wanar, Lamongan. Program DESA KASI bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca buku dan membuang sampah pada tempatnya.

Ketua tim abmas ini, Is Bunyamin Suryo ST MSc menuturkan bahwa program yang bergerak sejak Maret lalu ini merupakan hasil mengintegrasikan perpustakaan keliling dan pengangkut sampah kering bernilai ekonomis lewat sebuah kendaraan multiguna. 

Menurut Is, program DESA KASI mengajak masyarakat untuk menyedekahkan sampah kering  rumah tangga yang telah dipilah dan bernilai ekonomis seperti sampah plastik, botol, logam, dan sebagainya. Sampah yang telah dikumpulkan tersebut akan diambil oleh kendaraan pengangkut setiap tiga minggu tanpa dipungut biaya. “Selanjutnya, kami menjual sampah yang berhasil dikumpulkan kepada pengepul,” imbuhnya.

Lebih lanjut, uang yang berhasil dikumpulkan lewat penjualan sampah akan dibuat menjadi kupon. Is mengulas, kupon tersebut akan digunakan untuk menarik minat murid SD agar mau membaca buku dari perpustakaan keliling. Kupon senilai 10 ribu ini diberikan kepada murid SD yang mau membaca buku dan berhasil menjawab kuis singkat menyangkut isi buku yang dibaca. “Kupon tersebut dapat ditukar menjadi makanan ringan atau alat tulis di beberapa toko mitra DESA KASI,” sambungnya.

Perpustakaan keliling DESA KASI yang sedang berhenti di salah satu sekolah dasar di Desa Wanar

Is menjabarkan, perpustakaan keliling program DESA KASI ini menyediakan lebih dari 150 buku. Buku-buku tersebut meliputi buku bergambar, bacaan ringan dan berat, serta banyak lainnya. “Para pembaca buku di perpustakaan keliling dibebaskan untuk memilih buku dan diberi waktu hingga tiga jam untuk membacanya langsung di tempat,” celetuk dosen Departemen Teknik Mesin ini.

Melalui program hasil kerja sama dengan remaja masjid dan perkumpulan ibu rumah tangga setempat ini, Is berharap bahwa ITS dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Desa Wanar dalam jangka panjang. “Ke depan, kami juga ingin memberikan pengaruh positif yang lebih luas ke daerah-daerah lain dengan memberikan solusi aplikatif,” terangnya mengakhiri. (*)

 

Reporter: Irwan Fitranto
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait