ITS News

Rabu, 28 September 2022
09 Agustus 2022, 23:08

Expert Talks 2022 Bagikan Tips Menjadi Desainer UI/UX

Oleh : itsuna | | Source : ITS Online

Ginanjar Prabowo saat memaparkan materinya dalam webinar Expert Talks 2022

Kampus ITS, ITS News – Keberadaan desainer user interface dan user experience (UI/UX) semakin dibutuhkan untuk keberlangsungan perusahaan dan dianggap potensial. Melalui gelaran Expert Talks 2022 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopemeber (HMSI ITS), dibagikan tips bagi mahasiswa jika ingin berkecimpung dalam dunia UI/UX ke depannya.

Manajer UI/UX Fazz Financial Group, Ginanjar Prabowo, mengatakan bahwa kebanyakan perusahaan saat ini menuntut calon pekerja di bidang UI/UX untuk memiliki pengalaman kerja meskipun baru lulus perkuliahan. Mengatasi tantangan tersebut, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan bagi mahasiswa untuk terlihat menarik dan menonjol di hadapan perekrut.

Pertama adalah dengan memahami dan mengimplementasikan dasar dari desain UI/UX yang salah satunya adalah double-diamond. Double-diamond sendiri merupakan suatu pendekatan desain terstruktur untuk membantu perancangan proses UX. Calon pekerja akan dapat memberikan kesan positif terhadap perekrut apabila dapat mengimplementasikan pendekatan tersebut. “Karena tak jarang dengan pengalaman 3-5 tahun hanya bisa memahami tanpa bisa menerapkannya,” tambahnya.

Double-diamond, pendekatan desain terstruktur untuk membantu perancangan proses UX

Selanjutnya adalah mengembangkan proyek UI/UX sendiri sehingga mampu menciptakan portofolio yang menarik. Proyek independen ini memiliki nilai lebih daripada proyek yang terikat dengan suatu perusahaan karena dianggap menunjukkan pengasahan kompetensi di bidang UI/UX. “Jangan lupa untuk memasukkan permasalahan, solusi-solusi yang ada, serta hasil desain yang bagus dari setiap proyek ke dalam portofolio,” lanjut pria kelahiran tahun 1996 ini.

Terakhir adalah berusaha untuk terus belajar dan membuat desain yang terbaik. Ini dilakukan untuk mengukur seberapa baik desain yang telah dibuat jika dibandingkan dengan yang ada di pasaran. Langkah tersebut jjuga dilakukan untuk menghindari kekangan pengetahuan dan persepsi dari diri sendiri. “Dapat memanfaatkan platform Dribbble untuk melihat-lihat desain sebagai inspirasi,” ujar alumnus Departemen Sistem Informasi ITS ini.

Prospek kerja sebagai desainer UI/UX sendiri diakui Ginanjar, sapaan akrabnya, masih potensial hingga 20-25 tahun ke depan. Hal itu didukung dengan adanya hasil survei dari Adobe pada tahun 2017 yang membuktikan bahwa 87 persen perusahaan saat ini memprioritaskan perekrutan desainer UX. Tren pendapatan desainer UX bahkan peningkatan sebanyak 25 persen dalam waktu 3 tahun. “Ini angka yang tinggi mengingat dengan waktu yang sama, pekerjaan lain hanya sebatas 3-5 persen,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Dian Nizzah Fortuna
Redaktur: Septian Chandra Susanto

Berita Terkait