ITS News

Senin, 08 Agustus 2022
01 Juli 2022, 08:07

Sosmas Mahasiswa ITS Olah Sampah Plastik jadi Ecobrick

Oleh : itsgan | | Source : ITS Online

Potret warga Kampung 1001 Malam bersama mahasiswa ITS dalam penyuluhan ecobrick

Kampus ITS, ITS News – Meningkatnya sampah plastik tentu harus diimbangi dengan solusi guna menekan dampak negatif yang akan terjadi. Berangkat dari hal tersebut,  tim Himpunan Mahasiswa Diploma Sipil (HMDS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan kegiatan Sosial Masyarakat (Sosmas) Penyuluhan Pembuatan Ecobrick di Kampung 1001 Malam Dupak, 4 Juni lalu. 

Ketua Sub Divisi (Kasubdiv) Sosial Masyarakat HMDS ITS, Davin Alif Iskandar menuturkan, ecobrick atau yang dikenal dengan bottle brick atau eco ladrillo merupakan botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. “Maka ecobrick dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan,” jelas Davin.

Tujuan utama dalam kegiatan Sosmas ini, masyarakat Kampung 1001 Malam Dupak diajarkan bagaimana membuat ecobrick. Pembuatan ecobrick dimulai dengan menyiapkan sampah plastik yang banyak kemudian dimasukkan kedalam botol plastik yang sama besar. “Untuk mempermudah proses belajar masyarakat, kami pun membuat contoh produk ecobrick yang mudah dipelajari,” imbuhnya.

Davin memaparkan langkah pertama membuat sebuah ecobrick adalah menyiapkan kumpulan sampah plastik, botol plastik, dan sebuah tongkat. Selanjutnya sampah dimasukkan kedalam botol plastik dan ditekan dengan tongkat. Tetap lanjut padatkan botol tersebut dengan plastik hingga berat 200 gram dalam sebuah botol 600 gram. Terakhir tinggal tutup kembali botol dengan rapat dan ulangi langkah-langkah tersebut hingga tercapainya jumlah ecobrick yang diinginkan.

Dokumentasi kegiatan Sosmas yang diadakan Penyuluhan Pembuatan Ecobrick di Kampung 1001 Malam Dupak oleh HMDS ITS

Adapun untuk mendukung kualitas output kegiatan ini, mahasiswa ITS juga mengadakan monitoring kepada warga untuk melihat hasil perkembangan warga dalam menerapkan pembuatan ecobrick. Selama monitoring berlangsung terlihat beberapa hasil ecobrick yang dibuat warga masih perlu disempurnakan. “Maka, di sini kami bantu untuk lebih padatkan lagi sampah plastik di dalam botol tersebut hingga mencapai berat minimum ecobrick,” tambah Davin.

Davin mengungkapkan bahwa para warga sangat antusias dengan ilmu mengenai ecobrick. Dengan latar belakang mata pencaharian warga yang mayoritas pemulung menjadikan bahan sampah plastik untuk ecobricks sangat banyak. Hal ini sejalan dengan tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan Sosmas ini adalah mengembangkan potensi desa agar lebih mandiri serta memberikan alternatif penghasilan yang lain melalui pengolahan sampah plastik menjadi benda yang memiliki nilai jual lebih. 

Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengurangi sampah plastik, akhir rangkaian kegiatan Sosmas ini juga akan dilaksanakan Final Activity. Kegiatan ini akan diadakan pada tanggal 3 Juli 2022, bertepatan dengan Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia. “Maka dari itu dengan momentum peringatan hari tersebut, harapannya Sosmas ini dapat menginspirasi berbagai pihak dalam mengurangi penggunaan kantong plastik,” harap Davin. (*)

Pemaparan materi seputar ecorbrick oleh mahasiswa ITS

Reporter: Gandhi Kesuma
Redaktur: Shinta Ulwiya

Berita Terkait