ITS News

Kamis, 18 Agustus 2022
17 Mei 2022, 09:05

Tim KKN ITS Sulap Desa Menjadi Kawasan Wisata

Oleh : itsqih | | Source : ITS Online

Tim KKN Tematik ITS saat pertama kali datang di Desa Sekar, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan

Kampus ITS, ITS News – Potensi Desa Sekar, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan sebagai kawasan wisata sangat besar, sayangnya masih belum dimaksimalkan. Pada kesempatan ini, Tim KKN Tematik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) hadir dengan tujuan mengubah kondisi desa tersebut sehingga dapat meningkatkan perekonomian warganya.

Ketua tim KKN Tematik ITS, Dewi Septiani SPd ST MT PhD menjelaskan, hasil analisis timnya bahwa desa ini sebenarnya memiliki potensi wisata alam, budaya, dan kuliner. Timnya melihat potensi wisata dengan pengembangan penginapan pada rumah-rumah yang ada. “Untuk mendukung potensi ini, kawasan permukiman warga dapat disulap menjadi omah dan pawon,” ujarnya.

Tim KKN ITS melakukan survei pada rumah tradisional warga yang dapat dijadikan dapur

Pelaksanaan KKN ini dibagi menjadi dua waktu, dimulai dengan survei untuk mengetahui tipologi rumah tradisional warga yang dapat dijadikan hunian dan dapur. Selanjutnya, tim ini memberi bantuan teknis dengan memberikan usulan desain dan penataan kawasan tersebut. “Usulan yang diberikan pada tahap kedua tentunya sudah berdasarkan hasil survei kami pada tahap pertama,” ujar Dosen Departemen Arsitektur ITS ini.

Dewi menambahkan, hal yang menjadi perhatian timnya dalam memberi saran adalah tidak ingin mengabaikan karakter rumah tradisional tersebut. Jikapun terdapat penambahan, elemen tersebut dapat diseimbangkan dengan karakter rumahnya. “Desain ini hanya berfokus pada tata letak interior di beberapa ruangan,” tegasnya.

Sebagai contoh, desain ulang ini dilakukan oleh timnya pada kamar tidur dengan membaginya menjadi dua, yaitu kamar besar dan kecil. Pada kedua kamar tersebut kemudian ditambahkan figura yang memiliki nilai histori dan estetika. “Material yang digunakan dapat berupa kayu dan rotan agar kesan coklat dan teksturnya masih menyatu dengan karakter rumah,” ujar Dewi.

Salah satu rumah tradisional warga yang masih didominasi oleh material kayu

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena memerlukan perencanaan. Tim yang tergabung dari dosen dan mahasiswa ini menerapkan perencanaan penataan kawasan yang memperhatikan prinsip keberlanjutan. “Hal ini dilakukan agar kedepannya tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan iklim,” harapnya. (*)

 

Reporter: Faqih Ulumuddin
Redaktur: Muhammad Miftah Fakhrizal

Berita Terkait