ITS News

Kamis, 11 Agustus 2022
28 Maret 2022, 10:03

Mengulik Kisah Astri sebagai Magister Super Spesialis PUPR

Oleh : itsbya | | Source : ITS Online
Magister Super Spesialis PUPR

Potret Astri Maharani selepas menjalani sidang terbuka pada Senin, 20 Desember 2021.

Kampus ITS, ITS News – Berbekal tekad untuk membangun negeri, kisah Astri Maharani di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dimulai ketika ia mendapatkan beasiswa Magister Super Spesialis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tak hanya dipercaya untuk menjalankan tugas belajar dari negara, ia juga membuktikan kapasitasnya dengan meraih gelar summa cumlaude pada wisuda ITS ke-125.

Kisah dan Motivasi Astri

Mengawali ceritanya, Astri menjelaskan program beasiswa yang didapatkannya merupakan kerja sama antara Kementerian PUPR dengan ITS. Astri mendapat tawaran ini karena dirinya berprofesi sebagai karyawan di Direktorat Air Minum di Kementerian PUPR. Melalui program ini, Astri berkesempatan memperdalam keilmuannya di program studi (prodi) Rekayasa Pengelolaan dan Pengendalian Kehilangan Air Minum.

Dalam prodi tersebut, wanita kelahiran Jakarta ini secara spesifik mempelajari tentang permasalahan kehilangan air minum. Hal yang dipelajari Astri diantaranya adalah mendalami faktor penurunan kehilangan air, sistem transmisi dan distribusi air minum, teknik pompa dan efisiensi energi, serta penerapan teknologi internet of things (IoT) untuk analisis kehilangan air minum.

Bermodal keinginannya memperdalam bidang keilmuan yang berkaitan dengan pekerjaannya Astri memberanikan diri mengambil kesempatan ini. Astri mengaku program Magister Super Spesialis memberinya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan secara optimal. Salah satunya dengan pembebasan dari beban pekerjaan melalui surat keputusan untuk menyelesaikan perkuliahan. 

Di samping itu, Kementerian PUPR menargetkan karyawan yang menjalani program Magister Super Spesialis untuk lulus dalam waktu tiga semester. Oleh karena itu, Astri berkewajiban melaporkan progres perkuliahan yang dijalani sebagai bentuk tanggung jawab. Ia menyebut ada dua laporan yang wajib dilakukan, yaitu laporan bulanan dan laporan semester. “Salah satu yang ditinjau adalah nilai mata kuliah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kementerian PUPR berkolaborasi dengan ITS untuk menentukan tempat magang dan tempat mahasiswa program Magister Super Spesialis melakukan tesis. Astri sendiri ditempatkan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan di Kabupaten Bogor dengan harapan bisa memberi solusi terhadap permasalahan air minum di daerah tersebut.

Riset Tesis Astri

Alumni sarjana Teknik Lingkungan Universitas Indonesia (UI) ini menyebutkan bahwa dirinya mengangkat tesis berjudul Analisis Penghematan Energi Sistem Distribusi Air Minum Jalur Kaum Pandak Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Dalam tesis ini, Astri berfokus pada analisis pemakaian energi dan efisiensi kinerja eksisting pompa distribusi serta menganalisis kinerja jaringan distribusi dengan melakukan pemodelan bereferensi EPANET 2.2, survei tekanan, dan survei sampel pelanggan.

Tak lupa, Astri memberikan rekomendasi upaya menghemat energi yang bersumber dari kajian mendalam baik dari aspek teknis maupun finansial. Sehingga PDAM Tirta Kahuripan, dengan sistem instalasi dan distribusi di Cabang Cibinong sebagai salah satu penyumbang pemakaian energi yang besar di Kabupaten Bogor, dapat meminimalkan pengeluaran biaya energi.  Mengingat biaya energi merupakan salah satu komponen biaya operasional dalam sistem distribusi air minum.

Astri Maharani ketika mempresentasikan tesisnya pada sidang terbuka pada Senin, 20 Desember 2021.

Perjuangan Astri dalam Studi

Selama mengejar gelar magister, wanita yang kini berdomisili di Bekasi ini mengalami beberapa kendala. Sulitnya memahami teori dan jurnal ilmiah mengenai air minum merupakan kendala terbesar yang ia rasakan. Salah satu penyebabnya, menurut Astri adalah perbedaan yang cukup besar dari studi teknik lingkungan ketika meraih gelar sarjana dengan rekayasa pengelolaan dan pengendalian air minum yang kini diambil. “Meskipun sudah memiliki bekal dalam perancangan air minum dan mekanika fluida, Saya masih memiliki banyak kekurangan,” ungkapnya.

Terlebih, Astri merasa harus ekstra berjuang karena memulai perjalanan studi magisternya setelah tujuh tahun fokus untuk bekerja. Dengan pengalaman karir di bidang lingkungan yang ia mulai sejak tahun 2013, wanita kelahiran 1991 ini mengungkap lebih percaya diri dengan kemampuan praktik dan regulasi yang selalu ia pegang di lapangan. Meskipun begitu, ia tak memungkiri bahwa teori keilmuan juga sangat penting dalam bekerja. “Oleh karena itu, Saya bertekad memperdalam keilmuan melalui program Magister Super Spesialis ini,” jelasnya.

Adapun tantangan yang ia rasakan selama menjadi mahasiswa program magister ITS adalah sulitnya menjaga kualitas akademik. Guna mempertahankan semangat belajarnya, Astri menanamkan pola pikir bahwa tugas yang dikerjakan harus layak untuk diperiksa dosen. Melalui pola pikir tersebut, ia terus terpacu untuk meningkatkan kapasitas diri hingga berhasil meraih predikat kehormatan tertinggi pada wisuda ITS ke-125 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) akhir 4.00.

Membagikan pengalamannya mempertahankan kualitas akademik, wanita yang gemar mendengarkan musik ini mengaku sangat terkejut ketika menerima nilai indeks prestasi sempurna di semester pertama. Keterkejutan ini berkembang menjadi rasa takut mengalami penurunan hingga berbuah menjadi semangat untuk terus memperbaiki diri. “Saya sampai tidak berani melihat nilai saat semester dua dan semester tiga,” kenangnya sembari tertawa.

Astri juga membagikan pengalaman tak terlupakannya selama menjadi mahasiswa ITS. Pada detik-detik menuju sidang terbuka tesisnya di akhir tahun lalu, ia mengaku secara tiba-tiba terbangun pukul empat pagi dan terdorong untuk mengecek tesis yang telah ia susun. Tak disangka, Astri menemukan kesalahan fatal pada bagian pengolahan data yang mempengaruhi hasil akhir penelitiannya.

Dengan segera Astri memperbaiki hasil pekerjaannya agar bisa dipresentasikan secara maksimal pada sidang terbuka beberapa jam kemudian. “Peristiwa itu adalah keajaiban yang saya yakini karena doa orang tua,” kenangnya dengan penuh syukur.

Di akhir, Astri dengan mottonya “bekerja keras, berpikir cepat, bertindak tepat, dan berjiwa seni” berharap keilmuan yang diperolehnya sebagai lulusan magister ITS dapat dimanfaatkan sebaik mungkin di bidang yang ia tekuni. “Tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain,” ungkapnya sebagai penutup. (*)

Reporter : Zanubiya Arifah Khofsoh
Redaktur: Gita Rama Mahardhika

Berita Terkait