ITS News

Selasa, 27 September 2022
09 Januari 2022, 07:01

ITS Didik Mahasiswa Menjadi Engineer Paket Komplet

Oleh : itsfey | | Source : ITS Online

Alumnus ITS angkatan 2008 Faisal Maulana.

Kampus ITS, ITS News — Keseimbangan antara hard skill dan soft skill adalah kunci kesuksesan seorang alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Faisal Maulana dalam berkarir. Selama berkuliah di ITS, Faisal Maulana mengaku mendapatkan dua hal tersebut secara seimbang melalui berbagai wadah pengembangan di ITS, baik akademik maupun non akademik.

Sukses berkarir sebagai senior development engineer di PT GMF AeroAsia Tbk, membuat Faisal mengenang kembali masa perkuliahannya di ITS. “Saya tidak akan bisa menjadi seperti diri saya yang sekarang bila tak mengemban ilmu di ITS,” tutur alumnus Departemen Teknik Fisika ITS ini.

Lelaki yang pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) ini mengungkapkan bahwa ITS sangat mendorong mahasiswanya untuk menyeimbangkan hard skill dan  soft skill yang dimiliki. “ITS sangat memfasilitasi mahasiswanya untuk meningkatkan kedua aspek ini,” ujarnya.

Faisal mengungkapkan bahwa tanpa keseimbangan yang ditekankan oleh ITS tersebut, mahasiswa juga akan sulit beradaptasi di dunia kerja nantinya. Sebagai contoh, Faisal mengatakan bahwa pekerjaannya di bidang maintanance armada penerbangan saat ini juga tak terlepas dari peran ITS sebagai tempat yang mendidiknya menjadi engineer handal.

“Banyak kesempatan terbuka di ITS mulai dari project engineering hingga project sosial,” ucap pria yang sekarang berstatus sebagai mahasiswa magister di Cranfield University ini.

Faisal Maulana, senior development engineer PT GMF AeroAsia Tbk

Faisal berpesan kepada mahasiswa yang saat ini sedang menimba ilmu di ITS untuk selalu memaksimalkan segala kemudahan yang telah tersedia di ITS. Namun Faisal mengingatkan bahwa mahasiswa tidak melulu tentang akademik, penting juga untuk mengasah kemampuan soft skill seperti komunikasi, leadership, dan lain sebagainya melalui organisasi atau kepanitiaan. “Balance itu penting dan punya impact yang cukup besar bagi kelanjutan karir,” pesan lelaki asal Probolinggo, Jawa Timur ini.

Terakhir, alumnus angkatan 2008 ini mengungkapkan bahwa dapat menuntut ilmu di ITS merupakan kesempatan terbaik dalam hidupnya. Berkembang di lingkungan suportif membuatnya semakin betah menjalani perkuliahan. Ia berharap seiring bertambahnya waktu, ITS dapat berkembang menjadi lebih baik dan sukses mewujudkan world class university. “Terimakasih ITS dan semoga perjalanan pada tahun ke-62 menjadi semakin baik dalam mendidik mahasiswanya,” tutupnya. (*)

Reporter: Frecia Elrivia Mardianto

Redaktur: Dzikrur Rohmani Zuhkrufur Rifqi Muwafiqul Hilmi

Berita Terkait