ITS News

Rabu, 05 Agustus 2020
07 Juli 2020, 15:07

PUI KEKAL Bersama Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS Siap Gelar MASTIC 2020

Oleh : itsbob | | Source : ITS Online

Poster acara 2nd Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2020

Kampus ITS, ITS News — Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Maritime Safety International Conference (MASTIC) yang pertama di tahun 2018, tahun ini Pusat Unggulan IPTEK Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut (PUI KEKAL) bersama Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melangsungkan MASTIC untuk yang kedua kalinya. Kegiatan ini akan berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Webinar pada Sabtu, (18/7).

Menurut Dr Emmy Pratiwi selaku ketua pelaksana MASTIC 2020, MASTIC merupakan sebuah konferensi Internasional yang diadakan setiap dua tahun sekali untuk membahas aspek keselamatan maritim beserta teknologinya. Pada tahun ini, tema yang diusung bertajuk “Responding to Future’s Technological Challenges and Opportunities in Maritime Towards Safety Operation at Sea and Environmental Protection”.

Tema ini diambil sebab isu keselamatan dan lingkungan di bidang maritim terutama di Indonesia masih perlu perhatian yang tinggi. Keselamatan pelayaran termasuk infrastruktur laut masih menjadi isu yang penting. “Sehingga pokok bahasan konferensi ini nantinya akan membahas mengenai kondisi terkini dan teknologi termutakhir dalam bidang keselamatan pada operasional kapal dan fasilitas maritim,” ujar Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS ini.

Kegiatan MASTIC 2020 akan dibuka secara langsung oleh Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS. Tak lupa, kegiatan bertaraf internasional ini juga akan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dan 78 pembicara yang berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi, industri, dan instansi pemerintahan.

Dr Emmy Pratiwi, selaku Ketua Pelaksana MASTIC 2020

Menurut Emmy, sapaan akrabnya, seminar Internasional ini akan mengundang tiga pembicara utama dari Indonesia, Turki dan Malaysia. Masing-masing pembicara akan membawakan materi terbaru dari penelitian mereka yang tentunya sesuai dengan tema MASTIC 2020.  “Bahan materi yang akan disampaikan oleh ketiga pembicara utama akan membahas mengenai Automatic Identification System (AIS),” ungkapnya.

Sekadar diketahui, AIS merupakan alat yang dipasang di kapal untuk mengirimkan data statis dan dinamis kapal ke kapal lain dan ke receiver yang dipasang di base station yang terletak di darat. Data ini nantinya dapat dimanfaatkan dan banyak dikembangkan salah satunya untuk mendukung dan meningkatkan keselamatan kapal.

Lebih lanjut, Emmy mengatakan bahwasannya ketiga pembicara utama MASTIC 2020 adalah Prof Dr Adi Maimun dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Prof Dr Serdar Kum dari Istanbul Technical University (ITU) Turki, dan Prof Dr Ketut Buda Artana dari ITS. Masing-masing pembicara akan menjelaskan mengenai penelitian dan pengembangan terkini terkait implementasi AIS di negara masing-masing. Terutama dalam hal peningkatan aspek keselamatan maritim.

Selain itu, MASTIC 2020 juga menghadirkan parallel session yang merupakan agenda presentasi dari pemakalah yang telah mengirimkan papernya. Sebanyak 89 paper telah lolos dalam serangkaian seleksi teknis yang ketat sejak bulan Maret lalu. Presentasi ini akan dilakukan secara paralel dan dikelompokkan berdasarkan tema masing-masing penelitian yang sama. Yaitu Marine Risk Assessment, Marine Safety, Design and Experimental Study in Maritime research, Analysis on Port and Supply Chain Management, dan Marine Environmental Protection and Energy Efficiency.

Para pembicara yang terpilih berasal dari delapan negara. Diantaranya yaitu Indonesia, Jepang, China, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab dan Inggris. “Seluruh paper tersebut nantinya akan dipublikasikan melalui IOP Conference Series: Earth and Environmental Science yang diindeks oleh Scopus,” tuturnya.

Terselenggaranya MASTIC 2020 ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi institusi pendidikan, peneliti, maupun industri untuk bertukar informasi dan berbagi hasil penelitian tentang perkembangan dan inovasi terbaru di bidang maritim. Terutama di bidang keselamatan operasional kapal dan industri maritim.

Sehingga, dengan adanya konferensi internasional ini bisa memberikan kontribusi lebih dalam menjawab tantangan dan peluang mengenai teknologi di bidang maritim laut. “Saya juga berharap dengan adanya MASTIC ini jumlah publikasi internasional pada prosiding terindeks yang bereputasi internasional oleh peneliti‐peneliti di ITS dan umum juga mengalami peningkatan,” pungkas Emmy. (bob/lut)

Berita Terkait