ITS News

Rabu, 05 Agustus 2020
28 Juni 2020, 21:06

MT ITS Dorong Pengajaran Berbasis Studi Kasus Melalui Workshop

Oleh : itssin | | Source : ITS Online

Prof Saibal Ray dari MeGill University Canada ketika menyampaikan materi mengenai pembelajaran menggunakan studi kasus

Kampus ITS, ITS News — Guna meningkatkan kualitas belajar mengajar dosen yang berorientasi pada studi kasus, Departemen Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember  (MT ITS) kembali menyelenggarakan workshop bertajuk Teaching Post Experience Student. Kegiatan ini digelar secara daring dengan menghadirkan Prof Saibal Ray dari McGill University Canada sebagai pemateri pada Jumat, (26/6) lalu.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD), Imam Baihaqi ST MSc PhD menyampaikan bahwa kegiatan workshop pengajaran ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada dosen MT tentang strategi mengajar menggunakan studi kasus. “Workshop ini sangat penting bagi pengajar MT agar lebih mendekatkan mahasiswa pada masalah nyata di lapangan dan memberikan pemahaman bagaimana teori tersebut bisa dialokasikan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Manajemen Teknologi ITS, Prof Ir I Nyoman Pujawan MEng PhD juga mengatakan bahwa workshop ini telah diadakan setiap tahunnya oleh Departemen Manajemen Teknologi ITS. Beberapa profesor ahli dari sekolah bisnis ternama juga dipercaya untuk mengisi kegiatan ini. “Mulai dari National University of Singapore, Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia, dan tahun ini dari McGill University Canada,” jelasnya ketika diwawancara oleh ITS Online.

Menurut Nyoman, sapaan akrabnya, workshop pengajaran ini diharapkan dapat membantu dosen MT ITS agar lebih terbiasa menggunakan studi kasus dalam proses belajar mengajar seperti halnya sekolah manajemen yang ada di luar negeri. Harapannya ada perubahan yang signifikan dalam proses belajar mengajar mulai semester depan. “Dosen-dosen yang membutuhkan studi kasus akan kita fasilitasi, mahasiswa Manajemen Teknologi pun dapat menerima manfaat positif jika proses ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Prof Ir I Nyoman Pujawan MEng PhD selaku Kepala Departemen Manajemen Teknologi ITS sekaligus host dalam workshop Teaching Post Experience Student.

Selain itu, Nyoman menambahkan bahwa mengajar mahasiswa reguler dengan mahasiswa MT ITS memiliki tantangan yang berbeda. Bidang yang diajar lebih fokus pada aspek manajemen, sementara yang mengajar yaitu mayoritas dosen dengan latar belakang teknik atau sains sehingga perlu pendekatan yang berbeda. “Salah satunya yang umum dalam proses belajar mengajar di sekolah manajemen adalah penggunaan studi kasus seperti yang diajarkan pada workshop ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Imam Baihaqi pun mendukung pernyataan tersebut, menurutnya program Manajemen Teknologi memiliki keunikan tersendiri. Mahasiswanya sebagian besar adalah para profesional yang sudah bekerja namun masih ingin meningkatkan kompetensinya. Perlu adanya bauran yang tepat antara teori dan praktek ketika mengajar di kelas. “Untuk itulah Departemen Manajemen Teknologi selalu mengadakan workshop, karena kita telah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada mahasiswa,” terangnya.

Terakhir, Imam Baihaqi berharap dengan adanya metode pembelajaran berbasis studi kasus ini mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. “Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip pengajaran di Departemen Manajemen Teknologi yakni learn how to think and learn how to learn agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan segala perubahan yang ada,” pungkasnya.  (sin/lut)

Imam Baihaqi, S T M Sc Ph D ketika menyampaikan sambutannya dalam workshop Teaching Post Experience Student Departemen Manajemen Teknologi ITS.

Berita Terkait