ITS News

Selasa, 22 Oktober 2019
10 Oktober 2019, 11:10

Usung Tugas Kuliah Jadi Juara se-ASEAN

Oleh : itsram | | Source : ITS Online

    Dari kiri Cinta, Okto, dan Cintaka berhasil raih juara pertama CHRONICS 2019

Kampus ITS, ITS News – Siapa bilang tugas mata kuliah hanya berakhir setelah mendapatkan nilai dari dosen? Lebih dari itu, tugas mata kuliah dapat dimaksimalkan potensinya ke ranah yang lebih tinggi. Hal ini dibuktikan Cinta Adinia, Okto Abdillah, dan Cintaka dari Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang tergabung dalam Tim Adhigana. Mereka berhasil dinobatkan menjadi juara pertama Challenge on Product Design and Ergonomics (CHRONICS) 2019 dengan bermodalkan improvisasi tugas kuliah.

CHRONICS adalah ajang desain produk se-Asia Tenggara yang setiap tahun diadakan secara rutin  oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Gadjah Mada (UGM). Tahun 2019 ini merupakan penyelenggaraan kali ke-12 yang mengusung tema Groundbreaking Inventions to Survive Natural Disaster.

Adanya kompetisi ini didasari oleh potensi bencana alam Indonesia yang terbilang cukup besar. Oleh karenanya inovasi di bidang mitigasi bencana menjadi sangat penting guna mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. 

Okto, selaku ketua tim Adhigana ini mengatakan, produk yang dia usung adalah bag and jacket (Baket). Inovasi produk ini berasal dari tugas besar mata kuliah yang Ia tempuh pada semester lima, yaitu pengembangan dan perancangan produk. Pada mata kuliah ini mahasiswa diminta menciptakan produk multifungsi tanpa batasan tema.

Berangkat dari sana, muncul ide untuk membuat produk yang memiliki fungsi gabungan antara jaket, tas, dan pelampung. Walaupun lebih condong ke fungsionalnya sebagai tas dan pelampung, Adhigana tetap memperhatikan desain jaketnya sehingga tetap cocok untuk dipakai sehari-hari. “Ide awal produk Baket ini ditujukan bagi traveller untuk antisipasi jika terjadi suatu kejadian tak terduga yang berkaitan dengan air,” terang Okto. 

Stan Tim Adhigana pada CHRONICS EXPO 2019

Okto melanjutkan, Baket dapat digunakan sebagai tas dengan hanya melakukan empat langkah mudah. Pertama, tutup resleting utama dari jaket. Kedua, lipat penutup kepala ke bagian dalam dan kunci dengan menekan kancing. Untuk strap (tali sandang,red), bagian tangan dari jaket dipasangkan ke saku jaket. “Terakhir, tutup tas dengan menarik tali luarnya,” gumamnya.

Selain tas, ada juga fitur pelampung yang dapat diaktifkan dengan dua cara. Alternatif pertama adalah cara manual yang dapat dilakukan dengan meniup melalui lubang yang ada di bagian pundak kanan. Sedangkan cara yang lebih praktis bisa dilakukan hanya dengan menarik tuas yang ada di saku kanan. “Setelah ditarik maka pelampung akan mengembang dengan mudah,” ujarnya.

Dari sekadar tugas mata kuliah hingga juarai ajang CHRONICS, ada pembaruan yang dilakukan tim Adhigana pada produknya ini. Pembaruan yang dilakukan adalah warna desain dari produk menjadi merah marun. “Warna ini dipilih karena memiliki tujuan untuk melindungi pengguna dari sengatan matahari,” tutur pria yang juga menjadi asisten laboratorium Ergonomi Perancangan Sistem Kerja (EPSK) tersebut.

Okto mengungkapkan, perjuangan Adhigana hingga mampu menjadi juara se-ASEAN ini bukanlah perkara mudah. Kesibukan seluruh anggota tim pada studinya di semester tujuh ini cukup menantang manajemen waktu mereka. Tak jarang mereka mengorbankan waktu istirahat untuk memperbaiki Baket ini hingga mampu menjadi juara. “Memang tiada yang tidak mungkin selama ada niat dan usaha,” pungkasnya. (ram/qin)

Berita Terkait