ITS News

Sabtu, 12 Juni 2021
30 September 2019, 13:09

Spectrum Galang Kepedulian Demi Keselamatan Lingkungan Hidup

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online
Spectrum Galang Kepedulian Demi Keselamatan Lingkungan Hidup

Kepala Departemen Kimia ITS, Prof Dr Didik Prasetyoko SSi MSc memberikan sambutan saat membuka gelaran Spectrum.

Kampus ITS, ITS News – Tak ingin diam saja melihat persoalan lingkungan akhir-akhir ini, Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) unjuk diri lewat gelaran akbarnya yaitu Spectacular Momentum (Spectrum). Talk show yang bertajuk Handling Plastic Pollution with Great Innovation tersebut sukses diselenggarakan pada Minggu (29/9).

Mengambil lokasi di Auditorium Gedung Pascasarjana ITS, Spectrum menjadi puncak dari rentetan kegiatan dalam big event Chemistry Week XI tahun ini. Dengan diikuti oleh banyak mahasiswa dari berbagai daerah, acara yang dibuka langsung oleh Kepala Departemen Kimia ITS, Prof Dr Didik Prasetyoko SSi MSc ini diharapkan mampu meningkat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Berfokus pada masalah limbah plastik, wadah diskusi ini lantas menghadirkan pemateri-pemateri yang cakap di bidangnya. Salah satunya yaitu Muryani, inventor alat pengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Alat yang disebut Destilator Sampah Plastik tersebut mampu mengonversikan sampah plastik menjadi tiga jenis BBM, mulai dari premium, solar, dan minyak tanah.

“Cukup dengan menyuling sampah plastik dalam suhu tinggi. Hasil dari penyulingan itu tadi akan keluar melalui kondensor secara terpisah, dan menjadi premium, solar, juga minyak tanah,” ujar pria asal Blitar tersebut. Alat tersebut menjadi bukti kecil penerapan ilmu pengetahuan, khususnya kimia, dalam langkah sederhana menyelamatkan lingkungan.

Spectrum Galang Kepedulian Demi Keselamatan Lingkungan Hidup

Muryani, inventor alat Destilator Sampah Plastik menunjukkan produk dari alat buatannya.

Kemudian ada pula Taruli Elbina Tambunan, sekretaris Komunitas Sea Soldier Surabaya yang turut ikut menjadi narasumber dalam perhelatan ini. Ia menjelaskan bahwa pencegahan terhadap sampah plastik dapat diimplementasikan pada aktivitas sehari-hari yang mungkin lewat dari perhatian kita. Contoh nyata adalah soal kesadaran untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang sangat perlu diperhatikan.

Meski terdengar tak rasional, apabila ada satu individu yang mampu menyelesaikan problematika sampah yang sudah menjamur di muka Bumi ini. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak dukungan dari seluruh masyarakat untuk menciptakan lingkungan hidup lestari.  Sebagaimana apa yang telah disampaikan oleh koordinator acara Spectrum, Erninda Patriani bahwasanya gelaran ini hadir untuk menjadi wadah edukasi bersama terhadap permasalahan lingkungan terutama plastik. “Sudah sepatutnya isu ini menjadi bahan perbincangan kita, karena jika tidak segera ditangai maka akan berdampak besar pada kehidupan bersama,” tuturnya. (ion5/yok)

Berita Terkait