ITS News

Selasa, 16 Agustus 2022
03 Desember 2018, 14:12

Mahasiswa ITS Rebut Tujuh Medali Taekwondo UM Cup 2018

Oleh : itsmis | | Source : -

Tim UKM Taekwondo ITS dalam kejuaraan Taekwondo UM Cup 2018

Kampus ITS, ITS News – Mahasiswa Institut Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan taringnya dalam dunia seni bela diri. Sebanyak tiga emas, dua perak, dan dua perunggu berhasil dibawa pulang oleh para atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo ITS dalam Kejuaraan Taekwondo Universitas Negeri Malang (UM) Cup 2018, November lalu.

Bertempat di Gelanggang Olahraga (GOR) Bimasakti Malang, kejuaraan tingkat provinsi ini diikuti oleh para atlet dari beberapa perguruan tinggi dan klub taekwondo seluruh Jawa Timur. Tak pelak, tim UKM Taekwondo ITS sukses mengharumkan nama almamater dalam pertandingan yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (24/11) ini.

“Tim kami berhasil memperoleh medali di dua kelas sekaligus,” ungkap Muhammad Yusuf Akbar, salah seorang atlet UKM Taekwondo ITS kala ditemui ITS Online selepas kepulangan. Dua kelas tersebut yaitu kelas senior prestasi dan kelas senior pemula. Perbedaan keduanya terletak pada pengalaman serta riwayat tanding masing-masing atlet.

“Apabila atlet tersebut sudah pernah menjuarai pertandingan taekwondo sebelumnya, serta memiliki teknik bertanding yang bagus, maka dimasukkan dalam kelas senior prestasi. Sedangkan atlet yang masih belum memiliki kedua hal tersebut dikategorikan kelas senior pemula,” lanjut mahasiswa yang juga turut menyumbang medali perak ini.

Tim UKM Taekwondo ITS berhasil merebut total tujuh medali. Dua medali emas diraih oleh Fikri Nurhidayat pada kelas Senior U-68 putra dan Nabila Amelita Laelyani pada kelas Senior U-73 putri. Sedangkan dua medali perunggu lainnya diraih oleh Ibrahim Tirta pada kelas Senior U-68 putra dan Nafisatus Sania Irbah pada kelas Senior U-53 putri. “Keempatnya merupakan kelas senior prestasi,” terang Akbar.

Untuk kelas senior pemula, sebuah medali emas diraih oleh Naufaldy Fiqrul Haq. Sedangkan dua medali perak lainnya diraih dalam kategori berat dan tinggi yang berbeda oleh Muhammad Yusuf Akbar dan Aziz Aburrahim.

Prestasi gemilang ini, lanjut Akbar, tentunya tidak diraih melalui proses yang singkat. Serangkaian jadwal latihan yang lebih padat tak ayal harus ditempuh. Jadwal latihan rutin yang semula hanya dua hingga tiga hari, harus ditambah menjadi lima hari setiap minggunya. Ditambah pula materi latihan yang juga lebih tinggi tingkatannya. “Banyak tenaga dan kesempatan yang harus rela kami korbankan, karena kami berangkat dengan penuh kesungguhan untuk meraih yang terbaik,” tutur mahasiswa Departemen Teknik Elektro itu.

Menanggapi prestasi tim, salah satu atlet senior UKM Taekwondo ITS, Nabila Amelita Laelyani mengaku bahwa secara tim, prestasi ini sudah bagus. Namun secara individu, masih banyak evaluasi yang dapat dipelajari masing-masing atlet untuk kejuaraan lain ke depannya. Evaluasi ini terkait dengan keaktifan para atlet UKM Taekwondo kala mempersiapkan diri, baik jauh-jauh waktu maupun saat hendak bertanding dalam kejuaraan.

Peraih medali emas di kejuaraan ini juga menambahkan bahwa terdapat tiga poin dalam latihan taekwondo, yakni latihan fisik, latihan Teknik, serta latihan bertanding atau gabungan. Untuk latihan fisik dan teknik, lanjutnya, kemampuan para atlet sudah mumpuni. Hanya saja untuk latihan bertanding yang masih kurang dimaksimalkan para atet, karena hanya berlatih sekali saja. “Kalau latihannya lebih sering lagi, prestasi kita pasti bisa meningkat,” pungkas mahasiswa Departemen Teknik Mesin angkatan 2014 ini. (mad/saa)

Berita Terkait