ITS News

Senin, 27 Juni 2022
19 November 2018, 11:11

Tingkatkan Wawasan Global, ITS Gelar Pameran Budaya Asing

Oleh : itsmis | | Source : -

Mahasiswa asing asal Kolombia saat berinteraksi dengan mahasiswa ITS di acara Global Unity Fair 2018

Kampus ITS, ITS News – Guna mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi yang bereputasi internasional, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan diri, salah satunya melalui wawasan global. Dalam upaya meningkatkan wawasan global tersebut, ITS International Office (IO) menggelar pameran budaya asing atau Global Unity Fair (GUF), Jumat (16/11), di Koridor Gedung Perpustakaan ITS.

GUF merupakan acara pameran budaya melalui mahasiswa asing yang baru pertama kali digelar. Pada acara tersebut, para mahasiswa asing merepresentasikan budaya negara mereka masing-masing dengan berbagai macam dekorasi beraneka warna. “GUF itu memang merupakan acara pameran pendidikan dan budaya,” tegas Anindya Kiswiyanto, salah satu panitia.

Selain merepresentasikan budaya, para mahasiswa asing juga saling berbagi informasi dengan pengunjung mengenai sistem pendidikan di negara mereka. “Pengunjung yang ingin melanjutkan belajar di luar negeri dapat menyerap informasi langsung dari orang asli negara terkait, jadi tidak hanya dari internet saja,” celetuknya kepada ITS Online.

Mahasiswa asing saat sedang berinteraksi dengan mahasiswa asing lain dalam Global Unity Fair 2018

Nindya, sapaannya, menambahkan, terdapat sepuluh negara yang berpartisipasi. Negara-negara tersebut antara lain Kolombia, Myanmar, Madagaskar, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, Fiji, Turki, Pakistan, dan Nepal. “Mahasiswa asing dari berbagai negara tersebut tidak hanya berasal dari ITS. Ada juga yang berasal dari Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Airlangga (Unair),” ungkap mahasiswi berkacamata itu.

Di samping memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa ITS, acara ini juga bermanfaat bagi mahasiswa asing. “Sebelumnya, mahasiswa asing hanya berkumpul sesuai negaranya masing-masing. Tapi di GUF ini mereka bisa saling bertukar informasi dan berinteraksi dengan mahasiswa dari negara yang berbeda-beda,” tuturnya.

Nindya berharap, dengan adanya acara ini dapat meningkatkan interaksi antara sivitas akademika ITS dengan mahasiswa asing. “Rencananya, acara ini akan tetap berlanjut untuk diadakan tahun depan,” ungkap mahasiswi Departemen Desain Interior ITS ini. (vi/owi)

Mahasiswa asing asal Malaysia saat sedang berinteraksi dengan mahasiswa ITS yang berkunjung ke booth-nya dalam Global Unity Fair 2018

Berita Terkait