ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
16 November 2018, 10:11

Usaha Keras Hantarkan Mahasiswa ITS Juarai Kompetisi Rancang Jembatan

Oleh : itsmis | | Source : -

Dari kiri Naufal Al Fajr, Rizal Wahyu, dan Rizki Rohman usai menjuarai Bridge Design Competition 2018

Kampus ITS, ITS News – Usaha keras tak pernah mengkhianati hasil, pepatah lama yang selalu dipegang oleh tiga mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Berbekal persiapan matang dan kemauan yang keras dalam menghadapi tantangan, Tim CT KHP berhasil mengantongi gelar juara pertama pada National Bridge Competition dalam ajang Civil Creative and Action (Creation) oleh Universitas Gadjah Mada.

Naufal Al Fajr menjelaskan, perjuangannya membawa gelar juara bersama Rizki Rohman Robani dan Rizal Wahyu tak semudah membalikkan telapak tangan. Hal itu lantaran hasil rakitan jembatan yang baru mereka selesaikan tidak sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan oleh panitia. “Ketika kita kumpulkan ternyata dimensi yang harusnya 12cm kelebihan 0,3cm, hanya tersisa setengah jam untuk melakukan revisi,” tambah mahasiswa asal Surabaya itu.

Tim ini pun sempat merasa ragu saat memaparkan desain jembatan rangka bawah yang tergolong sederhana tersebut. Keraguan itu kian bertambah ketika maket berukuran 1,75 x 1 meter yang menjadi salah satu poin penilaian mengalami kerusakan saat perjalanan dari Surabaya. “Mau bagaimana lagi ya kita bawa itu maket yang sudah rusak di kiri-kanan,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, menghadapi lawan yang rata-rata sudah berada di semester lima pun menjadi tantangan tersendiri bagi tim ini. Terlebih Naufal merasa ilmu teknik sipil yang dimiliki timnya masih kurang jika dibandingkan tim lawan. “Sempat minder sebenarnya saat ditertawakan juri karena jawaban yang asal,” tambah mahasiswa semester tiga itu.

Namun, tampaknya dewi keberuntungan masih memihak mereka. Jembatan bernama Atsaya Sayuk miliknya berhasil memimpin saat pembebanan. Dengan strukturnya yang kuat, jembatan ini mampu menahan beban lima kilogram dengan nilai lendutan 0,56. “Besar lendutan saat latihan tidak jauh berbeda dengan aslinya,” ungkapnya.

Selain itu, tim ini juga memperoleh kemenangan karena kecepatan waktu yang digunakan saat perakitan jembatan. Mereka mampu menyelesaikannya dengan waktu satu setengah jam dari total tiga jam yang diberikan. “Berkat sering latihan, kami dapat menyelesaikannya dengan cepat,” tambah mahasiswa kelahiran 1999 itu.

Terakhir, nilai proposal yang berada di posisi pertama membuat mereka bertengger dengan hasil yang memuaskan. Jembatan berjenis rangka baja itu pun berhasil mengudara dan disusul oleh tim dari Teknik Sipil ITS di posisi kedua dan tim dari Universitas Gadjah Mada di posisi ketiga. “Syukur Alhamdulilah usaha kami membuahkan hasil,” pungkas mahasiswa yang kini semakin termotivasi untuk mengikuti lomba itu. (hen/owi)

Mahasiswa ITS Tim CT KHP berpose bersama Jembatan Atsaya Sayuk yang menghantarkan mereka menjuarai Kompetisi Rancang Jembatan

Berita Terkait