ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
16 November 2018, 20:11

Fable Quest, Game Asyik Belajar Bahasa Inggris

Oleh : itsmis | | Source : -

Miazaki Corps saat berpose menggunakan topi karakter permainan Fable Quest

Kampus ITS, ITS News – Berkomitmen meningkatkan kemampuan dalam pelafalan kata berbahasa Inggris, Tim Miazaki Corps yang digawangi tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang sebuah aplikasi permainan. Mengusung genre arcade, permainan ini ditujukan untuk mendukung proses belajar Bahasa Inggris secara aktif dan menyenangkan.

Membawa inovasi berupa teknologi speech recognition (pengenal suara, red) Ilham Cahya Suherman, Reno Bahelwan Miazaki, dan Firman Maulana bertekad membuat media untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris masyarakat. Dengan menggunakan teknologi tersebut, kontrol permainan ada pada kata yang diucapkan oleh penggunanya. Sehingga, permainan ini lebih interaktif karena menggunakan komunikasi dua arah dengan penggunanya. “Kita butuh hal baru, terlebih media pendukung yang ada saat ini masih bersifat pasif,” jelas Ilham

Dalam game ini, karakter utama adalah Radis, si burung Cendrawasih, Tigris, si harimau Jawa, dan Reno, si badak bercula satu. Permainan dimenangkan ketika pemain mengalahkan musuh berupa monyet. Pemain harus mengucapkan dengan benar setiap kata yang tertera pada layar sesuai dengan warna bulatan pada monyet. “Pronounciation (pelafalan, red) kata harus benar, dengan begitu, pengguna bisa belajar untuk berbicara dalam Bahasa Inggris,” jelasnya.

Ia juga menambahkan dengan jenis arcade yang tidak berfokus pada cerita, permainan dapat merangsang otak agar berpikir kreatif dalam memecahkan masalah. Selain itu, mahasiswa yang gemar membaca itu menambahkan, pemain juga dapat melatih kemampuan berpikir analitis. Sebab, permainan yang mereka kembangkan juga mengusung elemen strategi untuk bisa mengalahkan lawan. “Intinya ada berbagai macam musuh dan banyak kekuatan yang bisa digunakan oleh pemain,” jelasnya.

Di bawah bimbingan Nisfu Asrul Sani SKom MSc dari Departemen Sistem Informasi, mereka menargetkan kalangan siswa tingkat pertama Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai pengguna. Berbasis Windows 10, permainan yang dikembangkan ini disesuaikan dengan sub topik pada silabus mata pelajaran Bahasa Inggris. “Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bisa dimainkan oleh khalayak umum,” tambah mahasiswa kelahiran Malang tersebut.

Sempat terkendala perbedaan jadwal kuliah, tim ini mampu menyelesaikan aplikasi permainan tersebut dalam kurun waktu tiga bulan. Usai mendapatkan perunggu dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-11, Ilham dan tim ingin segera mengimplementasikan permainan tersebut sebagai media pendukung pembelajaran di sekolah. “Selain itu ini juga bentuk usaha kami untuk mengharumkan nama ITS,” pungkas pendiri Game Developer Sepuluh Nopember tersebut. (hen/gol)

Berita Terkait