ITS News

Sabtu, 02 Juli 2022
11 November 2018, 23:11

Atasi Permasalahan Daerahnya, Mahasiswa ITS Menangi Kompetisi TA

Oleh : itsmis | | Source : -

Alifia Az-Zahra Menerima Penghargaan dari Pihak Penyelenggara

Kampus ITS, ITS News – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menjadi juara dalam perlombaan tingkat nasional. Kali ini alumnus Departemen Teknik Sipil ITS, Alifia Az-Zahra berhasil menyabet juara 2 pada Perlombaan Kompetisi Tugas Akhir (TA) Konstruksi Indonesia yang diselenggarakan Universitas Pancasila bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (KEMEN PUPR) dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Mengangkat permasalahan jalan menanjak di Jalan Raya Tuban Babat di Desa Tunah Kabupaten Tuban, Alifia menawar alternatif pembangunan jalan lingkar tanpa melewati tanjakan. Menurutnya jalur tanjakan di daerah itu kurang efisien dan kurang sesuai bagi masyarakat sekitar, khususnya dari segi ekonomi. Selama ini kendaraan yang sekadar melewati Tuban melalui jalan dalam kota yang menyebabkan kepadatan arus lalu lintas. Apalagi ditambah kendaraan berat yang lalu-lalang di jalan tersebut, menyebabkan inefisiensi di beberapa sektor serta melemahkan perekonomian.

Demi mencapai alternatif yang berikan, Alifia melakukan wawancara ke berbagai pihak terkait, kemudian dianalisis dari aspek keilmuan teknik sipil dan dari segi ekonomi. Dirinya juga berujar, alternatif yang ia berikan cenderung memiiki dampak positif yang tidak kasat mata. “Dengan adanya rute jalan lingkar baru, itu pastinya akan menimbulkan koridor-koridor pertumbuhan baru di sekitar jalan tersebut, jadi lebih kearah kebermanfaatan dari setelah adanya jalan lingkar itu sendiri” ujar Mahasiswa Pascasarjana ITS Bidang Manajemen Rekayasa Transportasi ini.

Dengan topik tugas akhir tersebut, Alifia memberanikan diri mendaftar pada ajang tahunan dalam rangka merayakan hari Konstruksi Nasional tersebut. Ia pun mengakui bahwa pemilihan kota kelahirannya sebagai obyek tugas akhir dikarenakan rasa cintanya akan kota tersebut. Terlebih, Alifia memegang prinsip bahwa membenahi segala sesuatu harus dimulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu.

Dengan adanya penghematan waktu tempuh kendaraan dan munculnya wadah ekonomi baru di sekitar jalan lingkar, Alifia harap mampu memberikan dampak kesegararan bagi Kabupaten Tuban. Apalagi daerah Tuban terkenal akan daerah Industri batu kapur. Alifia juga berharap agar pembangunan jalan lingkar ini mampu segera dilaksanakan pemerintah setempat dalam waktu yang singkat, mengingat potensi yang ada pada jalan tersebut. (dik/mik)

Berita Terkait