ITS News

Kamis, 30 Juni 2022
10 November 2018, 20:11

Analitika Bisnis, Bidang Keahlian Baru dengan Segudang Peluang Kerja

Oleh : itsmis | | Source : -

Mahasiswa Bidang Keahlian Analitika Bisnis Departemen Manajemen Teknologi ITS akan berkuliah di Kampus ITS Cokroaminoto

Kampus ITS Cokroaminoto, ITS News – Perilaku bisnis di era milenial, telah membawa dampak besar terhadap tingkat kebutuhan data dan kemampuan dalam mengolahnya. Betapa tidak, setiap perusahaan dituntut untuk mampu menyimpan, menganalisis, dan melindungi data-data mereka secara cerdas dan efisien. Untuk memasok orang-orang kompeten di bidang tersebut, pihak Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka bidang keahlian baru yakni analitika bisnis. Dimana pendaftaran mahasiswa baru MMT ITS ini masih dibuka sampai Jumat (30/11) mendatang.

Disampaikan oleh Rangga Ugahari ST MM MSc, seorang asisten Wakil Presiden Bank Mandiri dalam sebuah seminar oleh MMT ITS, ilmu analitika bisnis memainkan peranan penting. Misalnya dalam membantu perusahaan untuk memanfaatkan data dan menggunakannya sebagai bentuk mengidentifikasi peluang-peluang baru yang akan diambil kedepannya. “Pada gilirannya, bisnis akan bergerak lebih cerdas dan cepat, sehingga mendatangkan keuntungan dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Kata Rangga, menjadi seorang ahli analitika bisnis, akan dapat mengetahui semua data input dan output yang terjadi baik itu pada induk perusahaan maupun anak perusahaan. Data-data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis untuk mendapatkan data yang baik dan buruk. “Data yang baik akan dijadikan peluang dan data yang buruk akan dijadikan evaluasi, keduanya akan dibuat pengambilan keputusan atau solusi untuk kedepannya,” terangnya.

Saat ditanya menyoal pengalaman bekerjanya di Mandiri, alumnus Teknik Elektro Universitas Indonesia ini mengaku, telah mengetahui banyak data lengkap termasuk data-data anak perusahaan mandiri seperti mandiri sekuritas dan asuransi AXA mandiri. “Saya ditugaskan untuk mengolah data tersebut dan mengkomunikasikan hasilnya kepada unit-unit bisnis,” urainya.

Dikatakan Rangga, terdapat lima kemampuan yang mampu ditawarkan seorang analitika bisnis kepada perusahaan, yakni MySQL (Structured Query Language), Ms Excel, Phyton, R dan SAS. Dari itu semua, menurutnya, MySQL dan Excel adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai, “MyQSL, perangkat lunak yang mendukung operasi basis data transaksional maupun non-transaksional, sementara Ms Excel, aplikasi yang menyajikan hasil data dalam bentuk workbook,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, setelah ahli analitika bisnis menguasai kemampuan dasar, disarankan untuk menguasai kemampuan tingkat lanjut, yakni mampu mengoperasikan bahasa pemrograman Phyton, R, dan SAS. “Dari ketiga bahasa pemrograman tersebut, Phyton yang paling banyak digunakan karena gratis, multiguna, dan bahasanya yang mudah dipahami daripada yang lain,” ungkapnya.

Namun, tak hanya kemampuan dasar dan tingkat lanjut yang harus dimiliki. Menurut Rangga, wawasan terkait bisnis juga sangat perlu dipelajari sebelum mengolah data. “Jika sebuah perusahaan ingin berhasil bisnisnya, maka tiap perusahaan harus merekrut seorang ahli analitika bisnis agar proses manajemen kedepannya bisa bagus dan menguntungkan,” tutupnya. (rio/owi)

Kepala Departemen Manajemen Teknologi, Prof Ir I Nyoman Pujawan MEng PhD saat pembukaan bidang keahlian baru Analitika Bisnis di Magister Manajemen Teknologi ITS

Berita Terkait