ITS News

Selasa, 20 April 2021
04 November 2018, 15:11

Dari ITS untuk Anak-anak Penyandang Tunanetra

Oleh : itsmis | | Source : -

Seorang siswa SLB A YPTN Kota Mataram saat sedang menyanyikan sebuah lagu menyambut kedatangan rombongan Institusi Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Kampus ITS, ITS News – Kendati memiliki keterbatasan dalam penglihatan, tidak tampak raut sedih terpancar di wajah siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) A YPTN Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Sebaliknya, semangat para siswa begitu terasa tatkala Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Ir Joni Hermana MSc ES Phd melakukan kunjungan sekaligus ramah tamah dengan sekolah dan para siswa, Sabtu (3/10).

Tidak sulit bagi Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD untuk mulai akrab dengan siswa-siswi penyandang tunanetra di sekolah yang hanya memiliki 25 murid ini. Lagu demi lagu berlalu guna mencairkan suasana, seolah tidak ada batas antara anak-anak berkebutuhan khusus dan yang tidak.

Tak hanya menyanyi bersama, Joni turut ikut bercengkrama sekaligus menyemangati para siswa untuk terus kuat. Menurutnya, setiap kekurangan pasti ada kelebihan di sisi lain. “Bahkan tidak menutup kemungkinan kalian bisa berbuat sesuatu yang jauh dari orang-orang pada umumnya bisa lakukan,” tutur Joni di depan para siswa yang beberapa ditemani orang tuanya.

Bagi Joni, tidak ada yang membedakan antara penyandang tunanetra dan tidak. Sebab, tambahnya, pasti ada jalan yang akan senantiasa menuntun mereka untuk terus belajar, berprestasi, dan berkarya. “Kami dari ITS pun akan terus berusaha membantu, salah satunya lewat mesin printer braille ini,” kata guru besar Departemen Teknik Lingkungan ini.

Ahmad Fatoni S Adm, ketua yayasan, menceritakan bahwa sekolah binaannya ini melayani khusus penyandang tunanetra saja. Pernah ada usulan dari pemerintah untuk membuka SLB dengan jenis disabilitas lain. Namun, lanjutnya, ia menolak dengan halus dikarenakan belum bisa maksimal dalam jumlah tenaga pengajar juga dari segi fasilitas. “Kita sendiri yang sulit nantinya,” ujarnya.

Dikatakan Ahmad, ITS sudah banyak membantu anak-anak dalam banyak hal. Tidak hanya berhenti pada mesin printer braille saja, tapi juga dampaknya yang luar biasa. “Sebab mereka ini adalah aset kita semua, dengan adanya mesin printer ini anak-anak bisa terus belajar dan mengembangkan diri,” terangnya kepada awak media yang hadir. (owi)

Anak-anak penyandang tunanetra menyanyi menampilkan bakat mereka.

Berita Terkait