ITS Media Center

Jumat, 25 Mei 2018
13 Mei 2018, 13:05:00

Empat Pernyataan Sikap ITS Terhadap Bom di Surabaya

Oleh : itsmis | Source : -

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana, MScES PhD.

Kampus ITS, ITS News – Menyikapi terjadinya terorisme yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi tadi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengeluarkan pernyataan sikap. Pernyataan ini langsung diungkapkan oleh orang nomor satu di ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc Es PhD selaku rektor ITS.

Setelah mencermati dengan saksama rangkaian peristiwa bom di tiga gereja, Rektor ITS menyampaikan ada empat poin penting sikap ITS atas kejadian tersebut. Pertama, sebagai bagian dari masyarakat akademik, ITS sangat menyesalkan dan mengutuk keras segala bentuk tindakan teror. “Apapun motifnya sangat disesalkan ITS, karena hal itu bertentangan dengan ajaran agama mana pun,”jelas Joni.

Kedua, ITS menyampaikan rasa bela sungkawa sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. “Solidaritas komunitas akademik ITS bersama para korban. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar dosen Departemen Teknik Lingkungan tersebut.

Ketiga, mendukung penuh segala upaya aparat keamanan dalam mengusut secara cepat dan mengambil tindakan pencegahan dengan tidak menyebarkan foto maupun gambar apapun yang berkaitan dengan korban. “Karena dengan menyebar foto akan menjadi bentuk kampanye dari upaya-upaya tindakan teroris,” tegasnya.

Keempat, guru besar Departemen Teknik Lingkungan tersebut menyatakan bahwa kemerdekaan bangsa telah dibangun oleh perjuangan kepahlawanan arek-arek Suroboyo, sehingga selayaknya semua orang dapat mencicipi indahnya menjadi bangsa merdeka.

“Jangan biarkan kita bangsa Indonesia diciderai dan dijajah kembali oleh kepentingan kelompok tertentu yang ingin memecah-belah bangsa,” terangnya. Joni mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk menggalang solidaritas dan mendukung tagar ‘LawanTerorisme’ sebagai wujud keberanian melawan terorisme.

Pengeboman tiga gereja di Surabaya terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Raya Arjuno. (jel)

Berita Terkait