ITS News

Senin, 22 Juli 2019
10 Januari 2016, 16:01

Reblood, Aplikasi Donor Darah untuk Masyarakat

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Melaksanakan donor darah secara rutin agaknya sulit dilakukan bagi sebagian besar masyarakat. Pasalnya, pengetahuan dan informasi seputar kegiatan donor darah sangat minim kehadirannya.

Hal itulah yang mendorong tim beranggotakan Leonika Sari, Faisal Setia Putra, Ari Agustina, dan M Zuhri, untuk menciptakan inovasi ini. Bahkan kini aplikasi Reblood yang telah dapat diunduh melalui Google Playstore.

Dikatakan Faisal, Indonesia dari tahun ke tahun selalu kekurangan pasokan darah. "Setelah kita survei, kurangnya ketersediaan pasokan kantong darah ini ternyata karena kebanyakan pendonor yang selalu ditolak," ujarnya.

Ia menerangkan bahwa ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pendonor yang ditolak tersebut. Di antaranya adalah belum makan, begadang malam sebelumnya, baru minum obat, atau bahkan kurang berat badan.

"Maka dari itu, mealalui aplikasi ini kita berusaha membuat reminder beberapa hari sebelumnya agar pendonor siap sepenuhnya," terang Faisal.

Selain reminder, ada beberapa fitur lainnya dalam aplikasi Reblood. Salah satunya adalah Event yang menampilkan jadwal kegiatan donor darah terkini di Surabaya. Ada juga Do you know, fitur yang menampilkan pengetahuan seputar donor darah.

Bahkan juga terdapat Quiz, fitur yang disiapkan untuk mengedukasi user. "Saat user sudah mengerjakan Quiz dan memiliki jumlah poin yang tinggi, mereka bisa mendapatkan hadiah berupa souvenir," ujar mahasiswa asal Surabaya tersebut.

Lebih lanjut, Faisal mengungkapkan aplikasi ini akan terus mengalami perkembangan. Apalagi setelah melakukan testing di ITS, hasil menunjukkan bahwa jumlah pendonor semakin meningkat setelah adanya aplikasi ini.

"Biasanya pendonor di ITS berjumlah kurang dari seratus, tetapi karena Reblood bisa mencapai angka 200," ungkapnya penuh rasa syukur.

Meski demikian, timnya sempat mengalami beberapa kendala seperti susah membagi waktu antara kuliah dan menjalankan Reblood. Ari mengatakan bahwa ia dan tim sangat bangga karena Reblood dapat membantu banyak orang. "Semoga tidak ada lagi orang yang kehilangan nyawa akibat kekurangan darah," tuturnya.

Ajang Startup Sprint

Dalam ajang Startup Sprint ini, Reblood berhasil memasuki tahap final setelah berhasil menyingkirkan 100 tim startup di babak awal. Kemudian, tim ini diwajibkan mengikuti serangkaian kegiatan bootcamp dan mentoring untuk babak selanjutnya. Sementara itu, pengumuman pemenang akan dilanjut Februari mendatang seiring dengan penilian juri terhadap aplikasi trsebut.

Faisal mengatakan, penilaian juri yakni terlihat dari progres, perkembangan aplikasi, kontribusi, interaksi antar startup dan user akusisi. Meski yakin dengan aplikasi yang mereka ciptakan, Faisal ternyata tidak begitu mementingkan kemenangan. "Karena tujuan kita membuat Reblood ini hanya untuk membantu banyak orang agar lebih cepat memperoleh transfusi darah," pungkasnya. (fai/pus)

Berita Terkait