ITS News

Jumat, 12 Agustus 2022
13 September 2005, 15:09

Dikukuhkan Bersama untuk Menyemangati Adik-adik

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Ada yang menarik dalam acara pengukuhan dua guru besar yang dilakukan Selasa (13/9) di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dua guru besar yang sama-sama pendiri gerakan Pramuka di kampus itu disambut dengan hiasan api unggun sebagai lambang semangat di pintu masuk gedung Graha ITS.

Hiasan api unggun itu memang ingin menunjukkan kepada undangan bahwa dua orang yang dikukuhkan itu merupakan orang-orang yang berjasa dalam UKM Pramuka. “Kami memang orang-orang yang sejak awal ikut mendirikan gugus depan Pramuka di ITS, karena itu adik-adik ingin menyampaikan kegembiraannya melalui bentuk hiasan api unggun di pintu depan,” kata Prof Dr Ir Triwulan DEA, dosen Jurusan Teknik Sipil yang dikukuhkan menjadi guru besar perempuan ke lima di ITS.

Dikatakannya, atas dasar itu pula lah ia kemudian melakukan acara pengukuhan secara bersama-sama. “Kami memang tidak merencanakan sebelumnya, tapi secara kebetulan Pak Bangun juga menerima jabatan guru besar. Akhirnya untuk menyemangati adik-adik yang ada di Pramuka kami melakukan pengukuhan secara bersama-sama,” katanya.

Sementara Prof Dr Ir Bangun Muljo Sukojo DESS DEA, dosen Jurusan Teknik Geodesi, menambahkan, dirinya ingin memberikan contoh kepada adik-adik Pramuka tentang makna untuk tidak patah semangat didalam menempuh bidang ilmu tertentu. “Keinginan untuk menyemangati adik-adik itulah kami menyatukan kegiatan pengukuhan ini. Awalnya memang tidak terpikir tapi kemudian karena kami kebetulan sama-sama pernah menjadi pembina Pramuka dan juga berasal dari satu fakultas, sehingga tidak masalah untuk disatukan,” katanya.

Dikatakan Bangun, upaya untuk menyatukah kegiatan pengukuhan sebagai guru besar memang bukan yang pertama di ITS, sebelumnya dua pasangan suami-isteri masing-masing Prof Noor Endah dan Prof Indra Surya serta Prof Handayani dan Prof Supeno Djanali juga dikukuhkan secara bersama-sama, demikian juga dengan pasangan sahabat sama-sama dari Bali, Prof I Nyoman Sutantra dan Prof I Gusti Putu Raka.

“Kalau sekarang kami dikukuhkan bersamaan saya pikir tidak ada yang istimewa, istimewanya karena kami sama-sama dari Pramuka dan masing-masing alumnus dari Perancis, juga kebetulan ilmu kami hampir sama, Bu Triwulan membesarkan hal yang kecil-kecil, karena bidang ilmunya adalah ilmu mekanika bahan, sedang saya mengecilkan hal yang besar-besar, karena bidang ilmu penginderaan jauh,” katanya setengah bercanda.

Dengan pengukuhan dua guru besar ini, kini ITS memiliki 45 guru besar. Hingga akhir tahun ini ITS mengharapkan akan menambah 4-6 guru besar lagi. (Humas/sep)

Berita Terkait