ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
21 April 2005, 13:04

Ganti Kepengurusan,JMMI Adakan Majelis Akbar XV

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Setahun sudah kepengurusan JMMI periode 1425-1426 H atau tahun 2004-2005 berlangsung. Banyak pengalaman yang mereka alami dalam mengemban amanah sebagai pengurus harian JMMI. Namun,berbagai permasalahan yang ada tidaklah menjadi hambatan untuk memberikan kontribusi dakwah kepada masyarakat baik umum atau mahasiswa. Untuk itu, evaluasi akhir atas kinerja kepengurusan setahun terakhir ini dibuat. Harapannya agar dapat memberikan koreksi dan solusi demi perbaikan dakwah ke depan.

Forum bernama Majelis Akbar (MA) XV yang diadakan JMMI ITS ini berlangsung selama empat hari dalam dua pekan, mulai 16 April hingga 24 April. Acara yang digelar di ruang E 102 ini, dihadiri sekitar 80 orang pengurus harian JMMI. Majelis Akbar diawali dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) masing-masing unit JMMI selama dua hari, mulai Sabtu (16/4) kemarin.

Badan Pelaksana Mentoring (BPM) diberi kesempatan sehari penuh menyampaikan LPJ-nya. Ini karena ada tujuh bidang di BPM yaitu Sekum, Bendum, PSDM, Litbang, MMJ, Personalia dan Admin. Bidang Litbang bertugas melakukan penelitian dan pengembangan terhadap bentuk mentoring. “Kami memberikan kuesioner kepada mahasiswa baru,” jelas Ali Wafa, Ketua Departemen Litbang. Kuisioner itu diberikan dua kali sebelum dan sesudah mentoring. Hasilnya, sebelum mentoring dilaksanakan, ada maba yang tidak sholat. “Tetapi, alhamdulillah sesudah ikut mentoring hampir semuanya sholat,” ujarnya dengan senang.

Problem lain adalah tidak meratanya distribusi pengajar mentoing (mentor). “Beberapa jurusan yang kelebihan mentor sedangkan lainnya malah kekurangan,” terang mahasiswa jurusan Statistik ini.

Menurut Wafa, sebenarnya, sudah dilakukan distribusi mentor. “Masalahnya, jurusan keberatan mendapat import dari yang lain,” jelasnya. Ini karena pengaturan jadwal yang tidak bisa cocok. Untuk kepengurusan ke depan, ia mengharapkan adanya pertimbangan menentukan jurusan yang bisa cocol jadwalnya untuk pendistribusian mentor.

Terkait dengan keberadaan MA sebagai media regenerasi kepengurusan JMMI, ada komentar menarik dari beberapa pengurus JMMI. Meski nanti mereka tidak terpilih lagi, semangat untuk menjadi aktivis tidak akan padam. “Istirahat aktivis bukan dengan tidur tapi mengalihkan ke yang lain,” kata Awan, salah seorang pengurus. Artinya, tidak ada kata berhenti untuk aktivis. Mereka baru berhenti ketika sudah menginjakkan kakinya di syurga.(th@/rin)

Berita Terkait