ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
21 Maret 2005, 17:03

ITS Bantu Carikan Sumber Air Bersih Non Konvensional

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Penandatanganan kerja sama antara ITS dengan The Institute Geochemistry and Mineralogy Universitat (TH) Karlsruhe, Jerman untuk merealisasikan proyek itu sudah dilakukan pekan lalu. “Bersamaan dengan upaya kami mencari sumber air bersih non-konvensional itu, kami juga kini sedang menyiapkan pengembangan dan melakukan eksploitasi air bersih di daerah Gunung Kidul Jawa Tengah, yang setelah melalui beberapa kali penelitian, berhasil mendapatkan sumber air yang cukup besar,” kata Dr Makky Sandra Jaya, salah satu anggota tim ITS, Senin (21/3) siang.

Dikatakannya, melalui metode yang dikembangkan di laboratoriumnya, kini tidak ada alasan lagi bagi daerah-daerah yang selama ini mengalami krisis air bersih akan kekurangan atau mengalami kekeringan. “Kami ambil contoh di salah satu kawasan Gunung Kidul, Jogjakarta, kami telah berhasil menemukan sumber air bawah permukaan yang tidak hanya bisa digunakan untuk kebutuhan air bersih dengan debit 3 liter per detik, tapi juga kami sedang mempelajari dari air tersebut bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan generator,” katanya.

Makky yakin, pola yang sama dengan apa yang sudah dilakukan dan dihasilkan di daerah Gunung Kidul itu bisa dilakukan di daerah-daerah Jatim yang memang terkenal tandus, seperti Pacitan dan Madura. “Dari survei awal kami di daerah Pacitan, meski di sana terkenal daerah yang kering dan tandus, tetapi memiliki potensi air bawah permukaan yang sangat banyak dan berlimpah. Kami yakin melalui teknologi yang sedang dikembangkan ini, kelak Pacitan tidak lagi disebut sebagai daerah tandus atau kering,” katanya.

Keyakinan Suminar ini ditunjang dengan banyaknya jumlah gua yang ada di Pacitan, dimana gua-gua tersebut satu dengan lainnya ada yang saling terhubung dalam satu aliran sungai bawah tanah. “Potensi untuk mendapatkan air bersih di kawasan itu melalui metode non-konvensional sangat besar, tinggal bagaimana kita bisa mengelola dan memanfaatkannya,”
katanya.

Dikatakannya, selain Pacitan, ITS dalam waktu dekat juga akan segera mensurvei kawasan di Madura untuk kepentingan yang sama, mencari sumber air bawah permukaan. “Kami berharap di Madura juga akan ditemui sumber air-sumber air non-konvensional seperti di Gunung Kidul dan Pacitan. Jika melihat struktur tanah yang memang sebagian merupakan daerah kapur, keyakinan untuk mendapatkan potensi air bawah permukaan di Madura juga
cukup besar,” katanya. (humas/bch)

Berita Terkait