ITS News

Minggu, 04 Desember 2022
15 Maret 2005, 12:03

Sulistyanto : "Hanya 5 persen potensi diri yang digunakan&quot

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan. Dengan pendidikan orang bisa menjadi baik atau kurang baik. Ini ditunjukkan, jika ada orang yang diberikan pendidikan yang baik tentunya dia akan menjadi orang baik. Namun sebaliknya jika diberikan pendidikan jelek maka dia pun nantinya akan menjadi orang yang mempunyai sikap jelak pula.

Hal inilah yang dikemukan oleh Sulistyanto Soejono, Direktur Phi Beta Group, di Seminar Learning Motivation. Pada kesempatan ini, tambahnya, kondisi pendidikan yang ada di Indonesia sangat tragis sekali. Dimana selama ini yang diberikan hanya pengajaran bukan pendidikan. "Kita selama ini hanya di berikan pengajaran bukannya pendidikan," jelasnya.

Karena antara pendidikan dan pengajaran berbeda, lanjutnya, pengajaran hanya menekankan pada olah pikir otak, mengetahui, dan memberikan ilmu saja. Sedangkan kalau pendidikan merupakan olah rasa, belajar menjadi madiri, dan siap hidup. Atau pendidikan itu merupakan level tertinggi dari pengajaran dan pelatihan. "Kurikulum sekarang hanya mengekspolari pikiran kita saja," tegas pria yang juga seorang seniman ini.

Sehingga, tambahnya, hanya 5 persen sampai 10 persen potensi yang ada di didalam setiap individu yang digunakan. Selebihnya 90 persen potensi diri yang ada perlu dieksplotasi. Ini sesuai dengan yang diutarakan oleh Henry David Thorean, bahwa sesungguhnya yang ada didepan kita dan yang ada dibelakang kita hanya masalah kecil jika dibandingkan yang ada didalamnya.

Untuk itulah, manusia dengan akal, budi dan kehendak bebas dapat menentukan apa yang direncakan dengan tujuan untuk mencapai suatu keberhasilan. Oleh karenannya dalam mencari ilmu tidaklah terbatas oleh tempat. Namun dimana saja kita berada menjadi sekolah. Dan setiap orang disekeliling kita menjadi guru kita. Akhirnya yang menentukan kurikulumnya adalah kita sendiri. "Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri namun itu tergantung dari kita memanfaatkan semuanya itu," jelasnya sambil menunjukkan lukisan dari seorang seniman yang dengan kelebihanya mengambar hanya dengan menggunakan kaki dan mulutnya saja.

Dan pada kesempatan yang sama dosen TI, Bustanul Arifin Nur, juga menjadi pembicara kedua. Sedangkan mengenai kegiatan ini sendiri, ketua panitia, Zainul, mengatakan, kegiatan ini sebagai perwujudan dari kepedulian Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) dalam memberikan motivasi dalam belajar mengenai kehidupan.(rom/bch)

Berita Terkait