ITS News

Selasa, 28 Juni 2022
15 Maret 2005, 12:03

Sukses Raih Award Internasional, Rektor ITS Ajukan Proyek ICT

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Kemampuan Rektor ITS, Dr.Ir. H.M. Nuh,DEA, dalam mengelola kepercayaan yang diberikan wakil pemerintah Jepang tidak perlu diragukan lagi. Melalui PENS-ITS, Nuh membuktikan kemampuannya kepada wakil pemerintah Jepang yang dalam hal ini adalah Japan International Cooperation Agency (JICA). Berkat usaha dan kerja kerasnya menggalang kerja sama dengan pihak JICA selama beberapa tahun terakhir ini telah mengantarnya meraih penghargaan international award dari JICA bersama 22 perorangan dan organisasi lainnya.

Pembantu Rektor III ITS, Dr. Achmad Jazidie M.Eng, mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu rektorat ITS menerima surat resmi dari pemerintah Jepang. Isinya, Rektor ITS terpilih menjadi satu dari dua orang Asia yang akan dianugerahi award internasional dari JICA. Satu award yang lain akan diberikan kepada penasihat Presiden Filipina.

Menurut Nuh, yang juga mantan Direktur PENS-ITS, pemberian award tersebut sebenarnya malah menambah beban tanggung jawabnya. Dikatakannya pula, bahwa kerja sama yang selama ini digalang dengan JICA berlangsung berkelanjutan. Maksudnya, setelah satu proyek selesai dilaksanakan dan dinilai sukses, maka JICA biasanya mempercayai untuk memberi bantuan proyek lagi.

Dengan keberhasilan rektor ITS meraih award internasional itu, tentunya kesempatan emas bagi ITS untuk melanjutkan kerja sama dengan JICA dan membuka proyek baru untuk pengembangan ITS. Dan nampaknya Nuh sendiri telah mempersiapkan semuanya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. "Setelah ini, rencananya ITS akan mengajukan satu proyek baru kepada JICA, yaitu Information and Communication Technology Development Project atau biasa kita sebut ICT Development Project." tutur Nuh.

Proyek yang rencananya akan diajukan tahun depan itu berhubungan dengan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya di wilayah ITS. "Kalau proyek kita ini nanti diterima, akan ada banyak pengembangan sebagaimana yang telah diprogramkan, diantaranya adalah E-learning, Teleducation, E-administration dan beberapa program lainnya." ungkap Nuh.

"Dengan adanya E-learning (Electronic learning), maka proses belajar bagi mahasiswa ITS akan semakin mudah karena bisa dilakukan dengan media elektronik. Namun demikian, kuliah tatap muka akan tetap ada karena tidak semua kuliah akan dilakukan seperti itu. Selain itu, program E-administration (Electronic administration) juga akan sangat membantu dalam kegiatan administrasi bagi seluruh warga ITS." panjang lebar Nuh menambahkan.

Diharapkan dengan tercapainya proyek besar tersebut, maka akan semakin memudahkan semua kegiatan oleh warga ITS.(sept/bch)

Berita Terkait