ITS News

Minggu, 14 Agustus 2022
15 Maret 2005, 12:03

Sukanya Jadi Sie Kesehatan

Oleh : Dadang ITS | | Source : -

Sosoknya sudah begitu akrab di mata kita semua. Berbagai penghargaan telah diraih berkat kerja keras yang tertanam sejak mahasiswa. Dan saatnya memetik hasil dari buah kesabaran yang dimilikinya. Dialah Prof Ir Supeno Djanali, M.Sc, Ph.D, yang dikukuhkan menjadi guru besar ITS ke-33 pada Rabu (25/02) lalu.

Senyum ramah selalu terpancar dari wajah yang mulai memperlihatkan garis-garis usia. Memasuki 56 tahun masa hidupnya, Prof. Supeno masih sempat membuat karya tulis yang mengantarkannya menuju gelar guru besar. Walau hanya sedikit waktunya untuk berada di lingkungan ITS, tetap saja beliau mengambil profesi yang berhubungan dengan dunia pendidikan karena kecintaannya terhadap dunia tersebut.

Mengintip masa mudanya , Supeno ternyata sangat tertarik dengan masalah kesehatan. Hobi ini disadarinya sejak SMA sehingga beliau memutuskan untuk menggeluti kegiatan ekstra kurikuler PMR. Ketertarikannya dalam kesehatan terus dilanjutkan sampai di bangku perkuliahan. Bila ditawari menjadi panitia suatu kegiatan, dia memilih mengambil bagian di sie kesehatan.

"Dari dulu, saya selalu ditempatkan di bagian kesehatan, soalnya saya sangat suka mengurusi masalah itu," ujarnya di sela-sela kesibukannya menerima ucapan selamat dari rekanannya saat pengukuhan lalu. Karenanya mulai tahun 1996, dia diserahi jabatan sebagai Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia Unit ITS. "Sejak mahasiswa sampai sekarang, saya tidak pernah berhenti menyumbangkan darah," imbuhnya.

Baktinya kepada almamater ini sudah banyak sekali. Salah satu jasanya yang sangat vital bagi perkembangan ITS adalah berdirinya Teknik Informatika. Dan dia termasuk salah seorang pendiri jurusan ini. Meskipun awal masuk, dia memilih Teknik Elektro dalam menimba ilmu tapi selanjutnya lebih tertarik dengan ilmu komputer sehingga S2 dan S3 beralih ke bidang tersebut.

Keahlian pria, mantan Pembantu Rektor I periode lalu, dalam memanajemen waktu menjadikan dia dipercaya memegang beberapa jabatan penting, baik di lingkungannya sendiri (ITS) maupun di luar kampus. Untuk mencapai itu semua, butuh pengorbanan yang tidak sedikit. "Lakukan apa yang kita anut dan yakini sesuai porsinya masing-masing," tegasnya.

Sebagai Direktur Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas yang bermarkas di Jakarta, tentunya waktu untuk mengajar di sini sangat sedikit. Hanya hari Sabtu saja, dia bisa mengajar di ITS, selain itu panggilan kerja menyebabkannya harus kembali ke Jakarta lagi. Lalu bagaimana dengan keluarganya yang tinggal di kota ini? Menurutnya, pihak keluarga sangat pengertian dengan kondisinya sekarang. Istri, Prof Handayani Tjandrasa, dan ketiga anaknya sudah terbiasa melihat kesibukannya seperti ini.

Harapannya bagi kemajuan ITS tak lepas dari gelarnya sebagai guru besar di bidang ilmu Arsitektur dan Jaringan Komputer. Dia menyadari perkembangan teknologi informasi yang terus berjalan dan semakin canggih dari waktu ke waktu. ITS sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia diharapkan akan selalu menelurkan penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi kehidupan seluruh umat manusia.(d1ti/Lin)

Berita Terkait

ITS Media Center > Profil > Sukanya Jadi Sie Kesehatan